Archives for category: Komputer & Internet

Buat sebagian orang follower di twitter penting banget, apalagi buat para ABG yg berlomba2 mengumpulkan follower sebanyak2nya, entah buat apa, kebanggan mungkin. Tapi kadang orang yang ngumpulin follower gitu kebanyakan malah jadi spamming, minta follow back kesana kemari, mengadakan “perjanjian follow back” dan semacemnya, tapi isi tweetnya sama sekali gak menarik selain terus menerus mengulang permintaan follow tersebut, what’s the point?!

Buat saya sendiri terus terang jumlah follower ngga begitu ngaruh sih. mau sebanyak atau sesedikit apapun tidak membuat saya bangga atau minder. tapi memang kadang ada merasa senang atau bangga kalau difollow orang/account tertentu, terutama dari kalangan public figure, dan tidak jarang jg ngerasa ‘gondok’ kalau diunfollow seseorang terutama orang yg kita kenal. bukan masalah berkurangnya jumlah follower tapi lebih ke ‘kekhawatiran’ akan relationship dengan orang tersebut, ya namanya teman tiba2 unfollow pasti ada sesuatu, apakah saya ngomongnya bikin nggak enak beliau, ataukah saya terlalu bawel atau semacemnya, yang pasti ada yg ‘salah’ dgn tweet saya sehingga sampai diunfollow orang tersebut.

Tapi tidak jarang saya juga malah lebih senang diunfollow, misalnya oleh sodara, orang tua, bos atau orang yang kita segani. bukan apa2 sih, kadang kita justru malah kurang bebas, harus jaim (jaga image) kalau difollow orang2 tersebut, mau marah2 ngga enak, mau ngetweet yg rada ngawur canggung, apalagi kalau mau ngomongin orang yang dimaksud, wah bisa bahaya…. makanya kalau suatu waktu saya diunfollow dosen misalkan, wah malah seneng sekali, merasa kebebasan saya kembali, hehe….

Ngomong2, dari sedikit observasi saya, ada beberapa tipe unfollower yang meng-unfollow saya, diantaranya:

  1. Unfollow karena tidak mengerti apa yang saya bicarakan. mungkin ini tipe unfollower terbanyak, terutama dari para follower dari luar negri (barat). tentu saja sebagian besar dari mereka banyak yang tidak megerti bahasa Indonesia yang saya gunakan, lama-kelamaan mungkin mereka merasa percuma following saya, akhirnya saya diunfollow. kalau diunfollow sama orang2 seperti ini saya terus terang merasa lega, kasian juga soalnya timeline mereka penuh dengan tweet saya yang notabene tidak mereka mengerti.
  2. Unfollow karena saya bawel. yak… harus saya akui di twitter saya ini sangat bawel, dikit2 ngetweet, dikit2 ngetweet. jadi walaupun mereka ini mengerti apa yg saya bicarakan (terutama dari faktor bahasa), tapi mereka merasa kurang nyaman dengan ke-bawel-an saya, akhirnya saya diunfollow deh. Unfollower seperti ini bisa saya maklumi dan saya tidak merasa sakit hati, silakan saja toh itu hak mereka.
  3. Unfollow karena merasa tidak berkenan dengan tweet saya. biasanya unfollower tipe ini adalah orang yang merasa tidak nyaman secara langsung dari tweet saya, misal merasa ‘tersindir’ oleh tweet saya, sakit hati dan semacamnya. Yah saya sendiri harus mengakui saya tidak selalu benar, terkadang sering khilaf baik disengaja maupun tidak. kalau diunfollow seperti ini ya ini konsekuensinya, atas segala kekurangannya saya memohon maaf.

Sepertinya masih ada beberapa tipe unfollower lainnya tapi yang terpikir sekarang sih baru segitu, insya Allah kalau saya ingat nanti saya update lagi. apapun yg terjadi saya akan tetap ngetweet sampai saya bosan.

Happy tweeting….

Iklan

Di Indonesia, karena peminat musik country masih sangat jarang (setidaknya dibandingkan dengan genre lain) jadi komunitasnya pun masih terbatas, karena komunitas yg terbatas (baca: sedikit) itu pula jadi jarang sekali media di Indonesia ini yang menayangkan/membahas perihal musik country ini, termasuk radio2 dan televisi.

Dari sekian media yang saya tahu, hanya TVRI yang (dulu) menayangkan acara country (entahlah sekarang), dan radio Mara FM Bandung yang punya acara khusus country music. nah karena keterbatasan itulah saya biasanya lebih suka mendengarkan radio country via internet, di luar cukup banyak radio streaming yang ber-genre musik2 country tapi ada beberapa yang jadi favorit saya, berikut diantaranya:

  • Absolutely Country Hits, radio ini berada dibawah payung 1.fm yang memiliki puluhan statsiun radio dengan berbagai macam genre yang berbeda.Ā  Radio ini biasanya memutarkan lagu2 country kontenporer (masa kini) yang cenderung modern. jika anda penggemar Taylor Swift, Keith Urban, Lady Antebellum, Jason Aldean, dll disinilah tempat yang tepat untuk mendengarkan musik2 country modern seperti yang dibawakan artis2 tersebut.
  • Classic Country, radio ini masih satu atap dengan radio diatas yaitu dibawah 1.fm, bedanya radio ini lebih cenderung memutarkan musik2 country klasik (old school), jika anda ingin mendengarkan lagu2 dari Hanks Williams, Randy Travis, Connie Francis, Patsy Cline, dll. disinilah tempat yg tepat untuk mendengarkannya. saya sendiri cukup sering pantengin radio ini kalau lagi kangen dengan musik country jadul.
  • Nixa Country, berbeda dengan dua radio sebelumnya, Nixa Country tidak berada dibawah naungan 1.fm akan tetapi merupakan radio independen. yang khas dari radio ini adalah musik2 yang diputar biasanya milik artis2 indie country, bagi sebagian dari anda pasti nama2 artis yang diputar disini akan terdengar asing, itu wajar karena memang musisi2 independen ini namanya tidak sebesar artis2 mainstream, tapi untuk urusan kualitas jangan dipandag sebelah mata, tidak kalah bagus dari artis2 besar.

Sebenarnya masih banyak radio2 online yang beredar di luaran sana, tapi yang saya bagikan disini hanyalah beberapa radio yang menjadi langganan saya, jika masih penasaran coba mampir saja ke 1.fm untuk menjelajahi berbagai macam radio lainnya atau ke shoutcast directory dari winamp.

Selamat mendengarkan….

Mungkin ini post ke sekian dengan judul “ngeblog lagi”, saya selalu pakai judul itu setelah sekian lama nggak ngeblok terus balik ngeblog, yang artinya saya udah beberapa kali ngeblog-berhenti-ngeblog-berhenti, hehe..

Setelah sekian bulan saya tidak ngeblog (full blog) rasanya kangen juga, terakhir saya ngeblog di blog sebelah (domain/hosting sendiri), awal2nya sih memang semangat, tapi dipikir2 rada repot juga kalau mengurus domain dan hosting sendiri itu, jadi lama2 rasa semangat itu memudar, dan akhirnya blog tersebut saya telantarkan, ujung2nya balik lagi ke blog ini.. šŸ˜€

Rasa kangen ini muncul kembali gara2 banyak juga buah pikiran saya, baik topik2 penting maupun hal2 ringan yang tidak tertuangkan, padahal dulu hampir apa saja bisa saya jadikan blogpost, singkatnya lama ngga ngeblog jadi berasa ‘bego’.

Selama ini unek2 di otak cuma dituangkan ke twitter, tapi twitter itu seperti bercuap2 di sebuah keramaian, hanya beberapa orang yang menyimak dan berlalu begitu saja, terlupakan. dengan menulis di blog setidaknya topik yang diangkat bisa lebih ‘awet’ dibanding twitter yang beberapa saat kemudian hilang ditelan timeline.

Untuk saat ini sih belum kepikiran mau nulis apa, tapi Insya Allah kedepannya deh kalau ada yang perlu saya tulis akan saya tulis disini. semoga masih ada yang membaca, hehe… kalopun ngga ada ngga apa2 sih, lagian saya bukan tipe orang pengejar traffic atau cari perhatian orang. šŸ™‚

Yuk ah, sampai jumpa nanti…

“hah? Bikin blog lagi? gak salah? yang ini aja jarang update!”

ngga salah sih, memang benar, saya bikin blog baru lagiĀ disini. “loh, terus tujuannya apa?” tujuannya untuk membedakan saja dengan blog diĀ wordpress ini. sebenarnya saya ini pengen banget sering2 ngeblog, tapi kadang suka ragu, takut isinya nggak penting, gak manfaat, walaupun yang namanya blog ya bebas aja mau diisi apapun sesuai keinginan pemiliknya tapi saya liat2 kok blog ini isinya “agak2 serius” jadi rada2 timpang kalau tiba2 saya isi posting2 “nyampah” padahal akhir2 ini saya lagi sering pengen nulis posting2 sampah, melepaskan unek2, curhat, dll. nah maka dari itu saya pikir mending bikin blog lagi deh, jangan disatukan dengan yang ini, biarlah blog ini punya “karakter” sendiri šŸ™‚

Cerita awalnya sih beberapa minggu lalu saya membeli kembali domainĀ hielmy.web.id dari masĀ PANDI, dulu sempat saya punya tapi karena lupa diperpanjang akhirnya kadaluarsa, kemarin saya beli lagi 2 tahun sekaligus, biar ngga lupa šŸ™‚ niatnya domain itu tidak akan saya isi macem2, baik blog ataupun website apapun, saya rencanya hanya ingin mengisi dengan halaman profil, info kontak dan jejaring sosial, desainnya pun malah saya rencanakan putih polos saja (karena saya suka desain minimalis), tapi lama2 malah keasikan main CSS otak atik dikit eh malah jadi sedikit “rame”, tapi tidak apa2 lah, yang penting tujuan awalnya tercapai yaitu membuat halaman profil sederhana, saking sederhananya webĀ tersebut hanya terdiri dari satu halaman saja.

Saya sempet perlihatkan web itu ke seorangĀ teman, dia malah berkomentar “wah cuma gitu aja? yakin ga akan diisi yang lain?” waktu itu saya jawab “tidak”, tapi setelah dipikir2 sayang juga sih domain itu kalo cuma diisi profil satu halaman, dan karena sempat terpikir untuk membuat blog juga, akhirnya saya bikin lah satu sub domain untuk dijadikanĀ blog “nyampah” saya itu. kalau ditanya mana blog utama saya? mungkin blog di WordPress ini lah yang jadi blog utama saya, karena blog disana isinya akan kebanyakan tidak penting, jadi saya anggap sebagaiĀ side blog saja, tapi biarpun begitu tampaknya untuk urusan update blog disana akan lebih sering update, bisa seminggu 2x atau bahkan tiap hari, kalau blog ini yah seperti sebelumnya hanya 1-2 bulan sekali saja, hehe…

Kata orang sekarang sudah tidak musim lagi ngeblog, sekarang musimnya microblog sepertiĀ twitter,Ā plurk,Ā koprol, dll. ya ya… saya tahu memang blog tidak se-hype dulu, tapi saya masih ada semangat ngeblog kok, biarpun dikata ketinggalan jaman juga tidak apa2, toh saya juga tetap “gaul” di twitter (tweet saya cukup banyak loh…) dan saya bergabung disana sudah cukup lama, sekitarĀ 2 tahun yang lalu, jauh sebelum orang2 yang merasa paling ‘gaul’ karena sudah punya account twitter itu gabung disana. memang motivasi saya dulu gabung disana juga dulu bukan supaya dianggap gaul, malah dulu masih jarang yang tau twitter, dulu saya gabung hanya modal coba2 saja, siapa sangka sekarang jadi ramai begitu yah?! šŸ™‚

Selain kedua blog ini saya juga masih punya satu “mini blog”, atau mungkin bisa juga disebut “multimedia blog” yang disediakan olehĀ posterous yang beralamatĀ disini. di blog ini isinya pendek2, bahkan kebanyakan hanya berisi foto, video ataupun audio saja dengan tulisan yang sangat sedikit, itulah sebabnya saya sebut mini blog atau multimedia blog. saya membuat beberapa blog tersebut karena memang terkadang kebutuhan akan “posting” saya berbeda2 dan dari ketiga blog tersebut mempunyai karakter masing2 untuk mengakomodir ‘hasrat ngeblog’ saya. oke, bagi anda yang tertarik dengan posting “sampah” saya silakan berkunjung ke blog sebelah, atau kalau mau lebih ekstrim lagi silakan berlangganan via RSS, hehe… saya sudah peringatkan kalau posting disana isinya lebih personal dan tidak penting, jadi mohon maaf kalau kurang berkenan. akhir kata, happy blogging!!

Terkadang saya harus berurusan dengan berkas2 yang harus saya bawa kemana2, cara paling konvensional adalah dengan memasukannya ke dalam flashdisk, untuk sementara memang cara ini cukup efektif, karena sifatnya yg mobile, bisa dibuka dimanapun. namun kendala baru terasa apabila kita ingin mengsinkronisasi berkas yg ada di flashdisk tersebut dengan backup yang ada di hardisk, terkadang saya kebingungan perubahan berkas tersebut sebelah mana dan berkas mana yg paling baru? jangan sampai berkas yang up to date ditimpa oleh berkas lama, bisa berabe

Nah untuk mengatasi permasalahan tersebut akhirnya saya menemukan solusi yg cukup efektif dan menyenangkan, yaitu dengan menggunakan online backup storage, dengan online storage ini data saya disimpan di server penyedia layanan DAN di hardisk lokal saya, kemudian semua berkas yang ada di sinkronisasi antara server dan hardisk, setiap perubahan yang ada di hardisk juga turut merubah berkas yg ada di server, termasuk update, copy, move, rename, dll. intinya isi folder di hardisk saya sama persis dengan di server sehingga berkas yang saya miliki dijamin up to date, keuntungan lainnya adalah berkas di server tadi bisa juga diakses dari komputer lain (yang telah di beri izin akses tentunya) sehingga berkas yang ada di Komputer A dan komputer B akan sama persis dengan data yang ada di server. Melihat fitur seperti itu rasanya sangat cocok dengan kebutuhan saya yang terkadang menggunakan komputer desktop dan Laptop, dengan menggunakan layanan tersebut saya bisa berurusan dengan berkas yang sama walaupun menggunakan komputer yang berbeda.

Dari sekian banyak layanan online backup storage akhirnya saya kerucutkan menjadi 2 pilihan saja, yaitu Dropbox dan Ubuntu One. kenapa? berikut alasannya:

Ubuntu One

h1-ubuntuone-logoUbuntu One adalah layanan baru yang diberikan Canonical selaku sponsor dari proyek Ubuntu. Ubuntu One merupakan contoh implementasi dari konsep Cloud Computing dimana antara komputer lokal dan Internet (server) terhubung secara seamless. Layanan ini sendiri diluncurkan bersamaan dengan produk Ubuntu terbaru yaitu Ubuntu 9.10 (Karmic Koala) dan statusnya masih public beta, apabila kita menginstall Ubuntu baru ini, Ubuntu One Client secara otomatis telah terinstall, kita tinggal menggunakannya saja.

Ubuntu One menyediakan dua paket storage, gratis dan berbayar. Untuk layanan gratis, mereka menyediakan space sebesar 2 GB untuk penyimpanan berkas, sedangkan yang berbayar disediakan space sebesar 50 GB dengan biaya $10/bulan. Mau pilih yang mana? itu tergantung kebutuhan kita. cara penggunaannya cukup mudah, setelah kita memiliki account dan telah aktif, aplikasi ini terintegrasi dengan Nautilus (file manager) di Ubuntu, sehingga penggunaannya sama seperti menggunakan folder biasa, kita bisa meng-copy, paste, edit, move, rename, dll. sesuai kebutuhan, setiap perubahan secara otomatis di update pula ke server, misal kita memasukan satu berkas ke folder Ubuntu One, maka berkas tersebut akan turut di unggah (upload) juga ke server lengkap dengan struktur direktorinya yang sama persis dengan di hardisk kita. Proses update sendiri berlangsung secara background jadi kita tidak usah menunggu kapan dan bagaimana proses ini berlangsung, yang jelas sesegera mungkin.

Kelemahan dari Ubuntu One yang saya rasakan adalah aksesnya terkadang sangat lambat (malah tidak bisa terhubung), selain itu aplikasi client-nya juga kerap bermasalah. Ubuntu One juga hanya bisa diakses oleh komputer dengan sistem operasi Linux (khususnya Ubuntu) sehingga jika kita ingin mengakses dari komputer lain dengan sistem operasi yang berbeda agak kesulitan.

Dropbox

logoDropbox merupakan layanan yang sama persis seperti Ubuntu One yaitu layanan backup online yang bekerja secara seamless dengan storage lokal kita, cara penggunaanya pun sama yaitu terintegrasi dengan file manager, sehingga penggunaanya semudah mengelola berkas di hardisk kita. Proses update file juga berlangsung secara background sehingga kita tidak usah repot2 untuk mengupdate manual.

Fitur yang ditawarkan juga tidak berbeda jauh dengan Ubuntu One, bedanya dropbox menyediakan 3 paket layanan, Basic, Pro 50 dan Pro 100. Seperti halnya Ubuntu One, paket Basic yang gratis diberikan dengan space sebesar 2GB, paket Pro 50 ditawarkan dengan space 50 GB dan dengan harga yang (hampir) sama dengan Ubuntu One yaitu $9.99 saja untuk setiap bulannya. Jika dirasa masih kurang Dropbox menyediakan paket Pro 100 yang memberikan ruang sebesar 100 GB dengan harga $19.99/bulan.

Keunggulan Drobox dibanding Ubuntu One adalah aplikasi client-nya yang medukung multiplatform diantaranya Linux, Mac, Windows dan iPhone. keunggulan inilah yang tidak dimiliki Ubuntu One karena Ubuntu One hanya bisa digunakan dalam sistem Operasi Ubuntu saja. Selain itu akses ke server juga tergolong cepet dan stabil, sehingga apabila kita ingin berurusan dengan berkas yang cukup besar Dropbox dapat menanganinya dengan cukup cepat.

Pilihan

Oke, sekarang saatnya menentukan pilihan apakah Ubuntu One atau Drobox? dan pilihan saya jatuhkan ke Dropbox. Alasan pemilihan tersebut karena dalam keseharian saya biasa menggunakan dua buah komputer yang berlainan, yang satu sebuah Desktop PC dengan sistem operasi Linux Ubuntu dan satu lagi sebuah Macbook dengan sistem operasi Mac, tentu hanya Dropbox yang bisa bekerja dengan kedua OS ini, selain itu akses ke server yang relatif lebih cepat dan stabil juga menjadi pertimbangan. Status Ubuntu One sendiri yang masih Public Beta juga menjadi salahsatu faktor kenapa saya lebih memilih Dropbox, Ubuntu One masih banyak bug sana sini, sedangkan Dropbox sudah lama menjadi andalan orang banyak. Dilihat dari layanan yang ditawarkan pun relatif sama, saya sendiri hanya menggunakan paket gratis, karena bagi saya 2 GB sudah cukup untuk menyimpan berkas2 penting.

Nah apakah Anda juga tertarik untuk mencoba salahsatu dari layanan menarik ini? jika belum pernah mencobanya, tidak ada salahnya Anda coba sekarang, manfaatnya sangat terasa untuk saya dan mungkin juga bagi anda. Selamat Mencoba.

Google Chrome sudah tersedia untuk sistem operasi Windows sejak september 2008. Ketika awal2 peluncurannya saya termasuk orang yg menunggu2 seperti apa browser baru ini rupanya. dan tanggal rilis pun tiba, jutaan orang berbondong2 mengunduh browser baru ini, banyak yg kagum namun tidak sedikit juga yang kecewa karena (katanya) terlalu minimalis dan fiturnya juga masih terbatas. namun seiring perkembangannya Chrome semakin kesini semakin menambah fiturnya dan semakin stabil.

Chrome for Linux

Chrome for Linux

Chrome cukup digemari karena tampilannya yg minimalis, tidak boros di layar dan proses rendernya yg cepat berkat engine webkit-nya. namun sayang Google chrome baru bisa dinikmati oleh para pengguna sistem operasi Windows saja, sedangkan untuk OS lain dikatakan pihak pengembang akan segera menyusul. namun baru2 ini ada berita gembira, terutama bagi pengguna OS Linux karena Google tidak lama lagi akan merilis versi Linux dari Chrome ini, bahkan versi development-nya sudah bisa dicoba di komputer kita. namun jangan terlalu berharap banyak dari versi development ini karena dilihat dari tahap pengembangannya saja, chrome untuk Linux ini bisa dibilang masih “mentah” bahkan belum masuk tahap beta release.

baru2 ini saya berkesempatan mencoba Google Chrome untuk Linux ini yang saya install di sistem operasi Ubuntu Linux saya. kesan pertama tampilannya sudah cukup “licin” seperti pada Chrome di Windows, mengapa saya katakan demikian? pasalnya saya pernah menginstall Chrome di Linux dengan paket yg bernama Chromium, paket ini berisi berkas binary chrome Windows plus Wine sebagai emulatornya agar bisa berjalan di Linux, namun chromium ini tidak semulus yg dibayangkan, masih banyak bug sana sini, sering crash dan tampilannya cenderung kaku, mungkin karena berjalan bukan pada lingkungan aslinya.

Chrome for Linux ini sudah berjalan secara native pada kernel Linux, sehingga tidak dibutuhkan lagi Wine sebagai emulatornya. interfacenya sama persis seperti Chrome for Windows, bedanya logo Google belum tertera pada titlebar browser ini. secara umum kinerjanya cukup memuaskan, jarang terjadi crash (dibandingkan Chromium), render sangat cepat, ini saya rasakan jika dibandingkan dengan Opera dan Firefox yang saya pakai juga di OS yang sama. Kalaupun terjadi crash, Chrome dengan task managernya yang terintegrasi tidak menyebabkan jendela/tab lainnya ikut crash, namun hanya terjadi pada tab/jendela yang aktif saja, sehingga tidak begitu mengganggu aktifitas browsing kita.

Kekurangan dari versi development ini adalah belum didukungnya (secara penuh) plugin seperti flash, oleh karena itu kita tidak bisa membuka situs yang menggunakan flash seperti Youtube karena secara default plugin flash dinonaktifkan, tapi tidak usah khawatir, anda bisa mengaktifkan flash ini dengan menambahkan baris perintah —enable-plugins di akhir command line, sehingga flash akan akif. memang pihak pengembang menonaktifkan flash ini bukan tanpa alasan, flash pada chrome Linux ini belum stabil, kadang kalau kita membuka situs Youtube misalnya, tiba2 browser akan terasa sangat berat dan tersendat2, walaupun tidak terjadi di semua situs yang mengandung flash.

secara umum saya pribadi menyukai browser ini, tampilannya yang rapi dan minimalis membuat saya semakin betah berselancar di internet, fasilitas incognito juga menambah nilai plus dari browser ini, selain itu Chrome sekarang telah mendukung adanya theme, sehingga tampilannya tidak hanya berwarna biru, tapi bisa juga berwarna warni sesuai selera, tinggal pilih saja dari theme yang tersedia. akhirnya pengguna Linux sekarang makin punya banyak pilihan untuk browsernya selain Firefox dan Opera untuk browser major-nya. bagi yang ingin mencoba silahkan unduh disini.

Berhubung saya ini orangnya termasuk “new version horny” *halah..istilah baru* alias mudah tergoda kalau liat versi terbaru dari suatu software, jadi rasanya gatal aja pengen update kalau liat versi terbaru sudah tersedia, padahal belum tentu butuh sih šŸ˜›

Proses download paket kernel dari internet

Proses download paket kernel dari internet

Iseng2 liat update manager di Ubuntu eh ternyata udah ada beberapa paket yang sudah tersedia updatenya! tapi diliat2 sih nggak semuanya penting buat saya, malah beberapa ada yg nggak ngerti sama sekali fungsinya buat apa, tapi yg paling menggoda tentunya adalah update kernel šŸ˜€ di repo sudah tersedia kernel versi 2.6.27-11, sebelumnya di PC saya sudah terinstall versi 2.6.27-9. walaupun saya juga gak begitu ngerti apa saja yang berubah dari update ini, tapi yg penting di install saja, siapa tau memang ada perubahan signifikan, minimal bugfix dari versi sebelumnya.

Update kernel selesai, setelah terinstall sistem saya sekarang memiliki 2 kernel, yg versi update dan versi sebelumnya, tapi saya pikir ngapain juga nyimpen dua kernel gitu, akhirnya kernel lama saya hapus, jadi sekarang praktis saya pakai kernel yang baru untuk komputer saya.

Update selanjutnya adalah Virtualbox. baru sekitar 2 minggu lalu saya install Virtualbox 2.1.0 yang telah mendukung openGL, eh sekarang udah ada yg versi 2.1.2. wah langsung saja saya download dari situsnya dan buru2 install di komputer. tapi pas diliat2 nggak ada perubahan berarti sih di versi ini, tidak seperti sebelumnya yang menambahkan fitur2 baru seperti dukungan terhadap aplikasi 3D, dll. di versi ini hanyalah perbaikan beberapa bug yg ada sebelumnya, tapi nggak apa2 lah, yang pasti versi baru biasanya memberikan yang lebih baik.

Nah kebetulan pas iseng2 mampir ke openoffice.org ternyata versi terbaru dari OpenOffice sudah tersedia, yaitu versi 3.0.1, di komputer saya terinstall versi 3.0. kemungkinan besar sih nggak ada perubahan signifikan disini, tidak seperti lompatan dari versi 2.4 ke 3.0 yang punya penambahan fitur dan perubahan tampilan yang cukup terasa seperti dukungan terhadap file Ms Office 2007, di edisi terbaru sekarang paling hanya beberapa bugfix saja (sama seperti diatas). rencananya malam ini saya akan mengunduh openoffice versi terbaru, semoga koneksinya lagi lancar, biar nggak terlalu lama downloadnya.

Untuk urusan update memang tiap orang punya “gaya”nya sendiri, ada yg nggak gampang tergoda dan cenderung pakai versi yg stabil daripada yg terbaru (terbaru belum tentu stabil loh!), ada juga yg “terlalu mudah tergoda” dengan versi baru, sampai2 versi beta atau versi percobaan pun di embat juga. kalau saya sih milih yg versi terbaru tapi dengan status “release” atau “stable” bukan yg versi beta atau percobaan, soalnya ngapain juga buru2 tapi masih banyak bug, mending sabar dikit tapi sudah layak pakai. makanya saya nggak tergoda buat coba Ubuntu 9.04 yg masih beta maupun kernel terbaru (katanya sih udah versi 2.6.28-3) yg belum tentu stabil. tunggu saja tanggal mainnya, nanti juga keluar sendiri :).