Archives for category: Hobi & Interest

Pernah suatu hari, ketika pagi2 saya mau manasin motor saya ditegur karena langsung menyalakan motor dengan electric starter, bukan diselah dengan engkol. Katanya itu bisa merusak mesin karena si oli belum bersirkulasi dalam mesin tapi langsung dinyalakan.

Memang sih ada “mitos” seperti itu, jadi kalau pagi2 mau manasin mesin, sebelum dinyalakan harus diselah dulu engkolnya beberapa kali agar oli muter dalam mesin, baru deh dinyalain. Memang logis dan ada benarnya juga, tp kenapa saya sebut mitos? Ya karena tidak wajib juga sih, kalo memang wajib, apa kabar mesin mobil yg ga ada engkolnya? Pastinya kalau mau manasin ya langsung starter, atau motor2 tanpa engkol kayak Pulsar atau moge. Si pabrik juga pasti sudah memperhitungkan lah resikonya, kalau emg sama sekali wajib engkol dulu, dijamin si mesin tanpa engkol pasti cepet rusak, tp buktinya ngga tuh.

Kalau buat saya sih yang penting ketika dipanaskan, mesin dalam kondisi idle/langsam, jangan langsung digeber2, kalau mesin dingin langsung digeber, insya Allah cepet rontok tu mesin :p

Dikirim dari perangkat Android

Iklan

Kalau menyebut nama Amanda Leigh mungkin sebagian dari anda kurang mengenalnya, tapi bagaimana dengan Mandy Moore? mungkin nama ini lebih familiar di telinga kita. tapi sebenarnya kedua nama tersebut adalah orang yang sama, nama lengkapnya Amanda “mandy” Leigh Moore.

Bulan depan, tepatnya tanggal 26 mei 2009, Mandy Moore akan merilis album terbarunya bertajuk namanya sendiri, yaitu “Amanda Leigh”. saya sendiri adalah penggemar berat Mandy yang tentunya menantikan album barunya keluar, saya mulai suka lagu2nya sejak album “Coverage” dirilis tahun 2003 yang lalu. dalam albumnya tersebut Mandy mulai menunjukan perubahannya, lebih dewasa dan lebih matang, tidak ada lagi kesan penyanyi “teen pop” yang riang nan centil seperti lagu “candy” atau “so real”, lagu2 yang dibawakan dalam album itu kesemuanya adalah lagu daur ulang atau cover version dari lagu2 lama, aransemennya bernuansa folk-pop yang lebih dewasa, begitu juga dengan album berikutnya “wild hope”ย  di tahun 2007 yang semakin menunjukan kedewasaannya dalam bermusik (dan juga penampilannya).

Amanda Leigh - Mandy Moore

Amanda Leigh - Mandy Moore

Album “Amanda Leigh” memang belum dirilis secara resmi, tetapi single pertamanya yang berjudul “I Can Break Your Heart Any Day Of The Week” telah mulai beredar. saya sendiri baru mengetahuinya dari tweet yang dipostkan langsung oleh Mandy di Twitternya. dan berikut adalah video klip resminya, premiere dari Yahoo! video.

Dari yang saya lihat di video itu, musiknya bernuansa pop 80an. terdengar unik dan menarik, saya pribadi langsung enjoy pas pertama dengar lagunya. ditambah dengan videonya yang memang bersetting 80an pula, saya serasa sedang menonton klip soundtrack film2 fighting yang memang sangat populer di akhir dekade 80an, benar2 unik dan menarikย  ๐Ÿ™‚

Mengenai Mandy sendiri, sekarang penampilannya pun sudah semakin matang, apalagi jika melihat sampul album terbarunya ini, dengan gaya rambut yang baru dalam foto hitam putihnya menambah kesan klasik dan elegan. rasanya tidak sabar menunggu albumnya di rilis, seperti apa ya musiknya dalam album ini? apakah semuanya akan bernuansa pop 80an, atau lebih ke pop-folk seperti album2 sebelumnya? kita tunggu saja.

Contoh ambigram bertuliskan nama saya

Contoh ambigram bertuliskan nama saya

Apa yang terpikir oleh anda melihat gambar diatas? biasa aja? ya memang tampak biasa saja sih, cuma gambar kaligrafi bertuliskan nama saya, “HIELMY”. Tapi ini bukan kaligrafi biasa, ini namanya Ambigram. Ambigram adalah suatu seni kaligrafi dimana gambar yang dihasilkan bukan hanya bisa dibaca dari satu arah, tetapi dari arah kebalikannya (diputar), tidak percaya? coba saja anda unduh gambar diatas (klik gambarnya untuk memperbesar) kemudian buka dengan editor gambar, lalu putar 180 derajat, pasti akan membentuk tulisan yang sama, yaitu nama saya. nah itulah uniknya ambigram. tapi tulisan yang dibaca kebalikannya itu tidak harus selalu tulisan yang sama loh, bisa juga beda, yang penting dapat terbaca.

Awalnya saya tidak tau apa itu ambigram, semalem saya chatting dengan teman saya Ardian, dia lagi tertarik sama seni satu ini, kemudian dia mengirimkan contoh sketsa ambigramnya yang dibuat secara manual dengan pensil di kertas, saya liat awalnya biasa aja, pas diputar.. ooo baru saya ngerti :). sebelum mengakhiri percakapan dia menwarkan membuatkan ambigram nama saya, sekalian belajar katanya. tadi pagi dia kirimkan hasil sketsanya, wah bagus juga. tapi namanya juga sketsa masih belum rapi, makanya saya coba untuk rapikan dan dibuat dengan format vector. sketsa tadi saya masukan ke Inkscape, kemudian di dijiplak dengan menggunakan line tool, dan akhirnya jadi deh sebuah file vector (.SVG) dari hasil sketsa tadi, kalau sudah format vector kan enak, lebih fleksibel dan bisa “diapa-apain”.

Proses "penjiplakan" sketsa dari kertas ke bentuk vector

Proses "penjiplakan" sketsa dari kertas ke bentuk vector

Seni ambigram unik juga, kreatif kalau saya bilang, karena selain harus berimajinasi bagaimana membuat suatu artwork yang “nyeni” juga harus memikirkan bagaimana bentuknya agar ketika diputar masih bisa berbentuk tulisan yang dapat dibaca pula, hebat lah…thanx buat Ardian udah bikinin ambigram nama saya. kamu emang berbakat ๐Ÿ˜›

Beberapa waktu lalu saya nemu video ini di Youtube, awalnya sih mau nyari2 video Rascal Flatts, eh ketemu yg lagi live featuring Kelly Clarkson, jadi penasaran gimana jadinya kolaborasi vokal Gary LeVox (vocalist Rascal Flatts) ketemu sama Kelly Clarkson? liat aja video ini sampe habis! si cewek yang agak ngerock ketemu cowok yang country banget…tapi jadinya keren loh… selamat menikmati ๐Ÿ™‚

Rascal Flatts feat Kelly Clarson – What Hurts the Most (live)

Dasar mahasiswa pengangguran! setelah kemarin nggak ada kerjaan menginstal solaris padahal megang server pun belum pernah, sekarang semakin iseng saja dengan mendownload IDE alias aplikasi pengembangan perangkat lunak terintegrasi, padahal saya sama sekali tidak mengerti bahasa pemrograman, hehe…. ๐Ÿ˜€

IDE yang saya coba kali ini adalah Qt creator. Bagi yang sehari2 menggunakan Linux pasti sudah tidak asing donk dengan Qt ini! Qt (baca:cute) adalah user interface toolkitย  untuk membangun antarmuka suatu aplikasi. contoh aplikasi paling sukses yang menggunakan Qt adalah KDE, KDE adalah lingkungan desktop untuk Linux dan Unix, seluruh antarmuka desktop plus segala aplikasi yg dibawanya menggunakan Qt. karena Qt hanyalah toolkit untuk interface, maka dalam mengembangkan sebuah aplikasi biasanya memerlukan lebih dari satu aplikasi, Qt designer untuk mendesain tampilannya (GUI) dan IDE lain untuk pemrogrammannya misalnya KDevelop.

Tampilan Form Editor di Qt Creator

Tampilan Form Editor di Qt Creator

Qt Creator adalah sebuah IDE ringan (gitu sih kata pembuatnya) yang mengintegrasikan Qt Designer plus C++ code editor, sehingga jika anda ingin membuat aplikasi berbasis Qt hanya butuh satu aplikasi ini saja, sehingga lebih terintegrasi dan mudah dalam pengembangannya. faktor ketertarikan saya akan program ini bukan karena ada fitur yg menarik atau semacemnya (karena memang nggak ngerti),ย  tapi yang menarik perhatian saya justru adalah tampilannya. user interface Qt Creator ini begitu bagus, apalagi di lingkungan Linux sangat jarang mendapati aplikasi yang bertampang bagus.

Setelah mengunduh dari situsnya, saya langsung coba, wah ternyata asik juga! seandainya saya ini programmer pasti betah pakai ini, walaupun dari sisi fitur masih dibawah IDE lainnya (apalagi dibandingkan dengan Visual Studio, jauh!) tapi karena labelnya jg lightweight jadi bisa dimaklum. nah berhubung saya gak bisa koding, tidak mungkin donk saya bikin aplikasi dari awal, maka dari itu saya cari satu aplikasi open source yg bisa saya oprek, dan ketemu lah QamIDEN yang selanjutnya bertransformasi menjadi KamusQu setelah saya permak. ๐Ÿ™‚

KamusQu

Dari hasil ngoprek2 itulah lahirlah sebuah aplikasi (yang tidak begitu) baru bernama KamusQu. KamusQu adalah program yang berfungsi sebagai penterjemah dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau sebaliknya. aplikasi ini dikembangkan dari QamIDEN yang berfungsi serupa. Secara fungsi kedua aplikasi ini tidak jauh berbeda, apalagi saya tidak banyak ngoprek di kodingnya, saya hanya mendesain ulang antarmukanya (UI) agar lebih intuitif (menurut saya) dan penggantian icon. selain itu, untuk memudahkan pengguna awam, aplikasi KamusQu menggunakan Bahasa Indonesia, jadi biar ketahuan kalau ini karya anak negri ๐Ÿ™‚

Tampilan KamusQu dengan latar Qt Creator code editor

Tampilan KamusQu dengan latar Qt Creator code editor

Pemilihan nama KamusQu ini bukan tanpa alasan loh…. secara harfiah sudah bisa ditebak apa artinya, selain agar namanya terdengar lebih Indonesia. lalu kenapa bukan “kamusku”? karena ini dibuat dengan Qt toolkit, biar agak keliatan identitasnya, maka disisipkan huruf ‘Q’ ditengahnya. utuk database kamusnya KamusQu mengambil dari database SATUVisi Indict, kenapa? karena program QamIDEN mengambil database dari Indict dan merubahnya kedalam format SQLite yang digunakan oleh QamIDEN dan KamusQu sekarang.

KamusQu berlisensi GPL seperti induknya (QamIDEN), karena sesuai peraturan lisensi, aplikasi GPL boleh digunakan, dibagikan, disalin dan dimodifikasi secara bebas selama masih menyertakan kode sumber dan dokumentasi lisensi GPLnya itu sendiri. maka dari itu saya merilis KamusQu dengan lisensi GPL.

Karena ini cuma iseng2 saja, jangan terlalu berharap banyak akan fitur2 yang akan disediakan, apalagi saya tidak banyak nyentuh code C++nya, fiturnya hanya standar penterjemahan kata/frase dari bahasa Inggris ke Indonesia atau sebaliknya, itu saja. jika anda tertarik silahkan download berkas binary-nya yang dikompilasi untuk platform Linux, tidak usah di install, tinggal jalankan saja. untuk platform lain saya tidak bisa mengkompilasinya karena segala keterbatasan, maka dari itu saya berikan source code-nya untuk dikompilasi sendiri atau lebih bagus dikembangkan lebih lanjut, namanya jg open source ๐Ÿ™‚

Semoga bermanfaat! *walaupun hasil iseng* ๐Ÿ™‚

Download KamusQu:

Linux Binary (database included): Download (8.44 MB)

Source Code (database not included): Download (32 KB)

KamusQu di Google code: disini

Sudah cukup lama nih saya penasaran sama OS yang namanya Solaris. sebagai info saja Solaris adalah sebuah sistem operasi yang dikeluarkan Sun Microsytem (dulunya) untuk mesin2 keluaran Sun yang menggunajan prosesor SPARC. sudah bukan rahasia lagi kalau produk2 keluaran Sun memiliki harga yang mahalnya selangit, apalagi mesin2 (server) yang berasitektur SPARC harganya bisa mencapai ratusan juta, oleh karena itu hanya sedikit orang yg bisa merasakan ngoprek OS ini, karena memang cuma terinstall di mesin keluaran Sun dan hanya orang yang mempunyai hak akses saja yg bisa memakainya (baca:admin).

Mulai versi 10, Sun merilis Solaris secara gratis (sebelumnya berbayar dan cukup mahal) dan yang lebih menggembirakan kini Solaris telah mendukung prosesor arsitektur x86 yang merupakan prosesor standar desktop, artinya Solaris bisa diinstall di sembarang mesin desktop. bermodal rasa penasaran tadi, beberapa hari yang lalu saya mengunduh sistem operasi ini yang berupa file image DVD (.iso). Setelah di burn kemudian saya coba installkan di komputer saya, supaya aman saya install di virtualbox saja.

screenshot1Proses instalasi berjalan cukup lancar walaupun agak sedikit membingungkan, tapi kekurangan yang saya rasakan pas instalasi adalah prosesnya yg cukup lama, sekitar satu jam lebih! entah karena saya install di virtualbox atau memang dari sananya memang begitu.

Setelah proses instalasi selesai, komputer di restart dan munculah logon screen khas Solaris (kalau anda pernah mencoba openSolaris, tidak jauh beda). pada logon screen ini seperti sistem Unix/Unix-like lainnya, kita disuguhkan pilihan session, desktop apa yg akan kita pilih. pada Solaris 10 yang saya coba menyediakan 2 macam desktop yaitu Common Desktop Environmment (CDE) dan Sun Java Desktop System. tinggal pilih saja salahsatunya sesuai kebutuhan kita.

Apabila kita memilih desktop CDE kita akan disuguhkan desktop khas Unix klasik, jika anda termasuk orang yg sering bergelut dengan Unix pasti tidak asing dengan desktop ini, biarpun tampak sederhana dan jadul saya secara pribadi menyukai desktop ini, kesannya unix banget gitu loh! maklum saya nggak pernah ngoprek server jadi ketika disuguhkan desktop semacam ini serasa jadi admin saja ๐Ÿ˜€

Desktop CDE pada Solaris 10

Desktop CDE pada Solaris 10

Desktop yang kedua adalah Sun Java Desktop System, secara sekilas tampilannya tidak jauh dari OS kebanyakan (Windows atau KDE/GNOME) dengan tombol peluncur aplikasi di kiri bawah (semacam start menu di Windows) dan tampilan ikon-ikon di desktopnya. tampilan desktop ini lebih modern dan “manusiawi” dibanding CDE, sangat cocokย  digunakan untuk keperluan sehari2 (bukan sebagai server).

Desktop Sun JDS pada Solaris 10

Desktop Sun JDS pada Solaris 10

Berhubung OS ini dibuat untuk server dan mesin2 kelas berat, maka fitur2 unggulannya pun kebanyakan berkaitan dengan kebutuhan server maupun enterprise. salahsatu fitur unggulan dari Solaris adalah ZFS. ZFS ini adalah file system seperti halnya FAT maupun NTFS tapi memiliki fitur2 yang cukup menarik seperti snapshot untuk menyimpan catatan perubahan pada file sehingga apabila ada perubahan seperti file terhapus bisa dikembalikan. ZFS juga memiliki integritas yang bagus dan solid juga bisa menangani kapasistas yang hampir tak terbatas. jujur saya sendiri tidak tahu banyak tentang ZFS ini dan belum pernah mencobanya, yang saya sebutkan tadi baru sebatas referensi dari luar, bukan pengalaman pribadi, jadi CMIIW.

Menurut saya Solaris ini bukan OS yang mudah digunakan, apalagi jika menggunakan desktop CDE, akan banyak sekali kecanggungan dalam penggunaannya. perintah2 di shell-nya juga berbeda dengan Linux apalagi Windows, sehingga cukup pusing juga dalam menggunakannya, contoh saja saya mencoba ingin membuat user baru di Solaris namun belum bisa sampai sekarang, perintah di terminalnya agak sulit untuk dihafalkan ๐Ÿ˜› *ngeles, padahal emang nggak ngerti*

Aplikasi yang disertakan sebenarnya sudah cukup untuk keperluan sehari2, untuk urusan perkantoran telah terinstall StarOffice 8, aplikasi ini dulunya adalah cikal bakal dari openoffice. kedua aplikasi perkantoran ini masih dikembangkan secara bersamaan, namun StarOffice dikembangkan sebagai perangkat lunak Proprietary, tidak open source. untuk browser juga telah tersedia firefox yang telah lengkap dengan plugin flash maupun java *pasti lah, namanya juga keluaran Sun*. aplikasi lain yang disertakan cukup banyak, seperti Thunderbird, Real player, JEdit, beberapa games, text editor, GIMP, dll. pokoknya untuk kebutuhan standar sudah mencukupi.

Jika dibandingkan dengan OpenSolaris, ada beberapa persamaan dan perbedaan. openSolaris adalah versi open source dari Solaris, bedanya openSolaris dikembangkan oleh komunitas dan disponsori oleh Sun. secara umum Solaris dan openSolaris sama saja, terutama untuk core maupun kernelnya adalah sama, yang paling jelas berbeda mungkin dari desktop dan aplikasi2 yang disertakan. jika Solaris menggunakan CDE dan Sun JDS, maka openSolaris lebih memilih dekstop yang berlisensi openSource yaitu GNOME. bagi pemakai Linux pasti tidak akan asing jika menggunakan openSolaris (untuk tampilannya), namun jika dioprek lebih dalam baru terasa bedanya solaris/openSolaris dengan Linux. berhubung saya tidak ngoprek terlalu dalam jadi rasanya hanya sedikit saja perbedaannya ๐Ÿ˜€

Dengan dirilisnya Solaris secara gratis, setiap orang kini bisa turut mencicipi OS Solaris (termasuk saya) baik digunakan untuk desktop maupun server. jika digunakan sebagai desktop mungkin tidak akan terlalu terasa optimalnya, mungkin lain halnya jika digunakan sebagai server, baru deh terasa bedanya, tapi mungkin loh… soalnya saya nggak tau juga, megang server aja belum pernah :D.

Pengantar

Ini lagu lama, dirilis sekitar tahun 1992. bagi saya ini lagu long lasting banget deh. biarpun sudah berumur diatas 15 tahun tapi saya belum bosan mendengarnya. selain itu ada kenangan tersendiri ketika saya kecil sering medengar lagu ini, ketika sekarang diputar lagi serasa kembali ke masa kecil. suara Vince Gill juga begitu khas,ย  country banget.

Video

video yang saya tampilkan adalah versi live dari lagu ini, saya cari yang versi video klipnya tapi susah. dari yang saya temukan ini yang paling bagus.

liriknya ada disini