Buat sebagian orang follower di twitter penting banget, apalagi buat para ABG yg berlomba2 mengumpulkan follower sebanyak2nya, entah buat apa, kebanggan mungkin. Tapi kadang orang yang ngumpulin follower gitu kebanyakan malah jadi spamming, minta follow back kesana kemari, mengadakan “perjanjian follow back” dan semacemnya, tapi isi tweetnya sama sekali gak menarik selain terus menerus mengulang permintaan follow tersebut, what’s the point?!

Buat saya sendiri terus terang jumlah follower ngga begitu ngaruh sih. mau sebanyak atau sesedikit apapun tidak membuat saya bangga atau minder. tapi memang kadang ada merasa senang atau bangga kalau difollow orang/account tertentu, terutama dari kalangan public figure, dan tidak jarang jg ngerasa ‘gondok’ kalau diunfollow seseorang terutama orang yg kita kenal. bukan masalah berkurangnya jumlah follower tapi lebih ke ‘kekhawatiran’ akan relationship dengan orang tersebut, ya namanya teman tiba2 unfollow pasti ada sesuatu, apakah saya ngomongnya bikin nggak enak beliau, ataukah saya terlalu bawel atau semacemnya, yang pasti ada yg ‘salah’ dgn tweet saya sehingga sampai diunfollow orang tersebut.

Tapi tidak jarang saya juga malah lebih senang diunfollow, misalnya oleh sodara, orang tua, bos atau orang yang kita segani. bukan apa2 sih, kadang kita justru malah kurang bebas, harus jaim (jaga image) kalau difollow orang2 tersebut, mau marah2 ngga enak, mau ngetweet yg rada ngawur canggung, apalagi kalau mau ngomongin orang yang dimaksud, wah bisa bahaya…. makanya kalau suatu waktu saya diunfollow dosen misalkan, wah malah seneng sekali, merasa kebebasan saya kembali, hehe….

Ngomong2, dari sedikit observasi saya, ada beberapa tipe unfollower yang meng-unfollow saya, diantaranya:

  1. Unfollow karena tidak mengerti apa yang saya bicarakan. mungkin ini tipe unfollower terbanyak, terutama dari para follower dari luar negri (barat). tentu saja sebagian besar dari mereka banyak yang tidak megerti bahasa Indonesia yang saya gunakan, lama-kelamaan mungkin mereka merasa percuma following saya, akhirnya saya diunfollow. kalau diunfollow sama orang2 seperti ini saya terus terang merasa lega, kasian juga soalnya timeline mereka penuh dengan tweet saya yang notabene tidak mereka mengerti.
  2. Unfollow karena saya bawel. yak… harus saya akui di twitter saya ini sangat bawel, dikit2 ngetweet, dikit2 ngetweet. jadi walaupun mereka ini mengerti apa yg saya bicarakan (terutama dari faktor bahasa), tapi mereka merasa kurang nyaman dengan ke-bawel-an saya, akhirnya saya diunfollow deh. Unfollower seperti ini bisa saya maklumi dan saya tidak merasa sakit hati, silakan saja toh itu hak mereka.
  3. Unfollow karena merasa tidak berkenan dengan tweet saya. biasanya unfollower tipe ini adalah orang yang merasa tidak nyaman secara langsung dari tweet saya, misal merasa ‘tersindir’ oleh tweet saya, sakit hati dan semacamnya. Yah saya sendiri harus mengakui saya tidak selalu benar, terkadang sering khilaf baik disengaja maupun tidak. kalau diunfollow seperti ini ya ini konsekuensinya, atas segala kekurangannya saya memohon maaf.

Sepertinya masih ada beberapa tipe unfollower lainnya tapi yang terpikir sekarang sih baru segitu, insya Allah kalau saya ingat nanti saya update lagi. apapun yg terjadi saya akan tetap ngetweet sampai saya bosan.

Happy tweeting….