Sudah cukup lama nih saya penasaran sama OS yang namanya Solaris. sebagai info saja Solaris adalah sebuah sistem operasi yang dikeluarkan Sun Microsytem (dulunya) untuk mesin2 keluaran Sun yang menggunajan prosesor SPARC. sudah bukan rahasia lagi kalau produk2 keluaran Sun memiliki harga yang mahalnya selangit, apalagi mesin2 (server) yang berasitektur SPARC harganya bisa mencapai ratusan juta, oleh karena itu hanya sedikit orang yg bisa merasakan ngoprek OS ini, karena memang cuma terinstall di mesin keluaran Sun dan hanya orang yang mempunyai hak akses saja yg bisa memakainya (baca:admin).

Mulai versi 10, Sun merilis Solaris secara gratis (sebelumnya berbayar dan cukup mahal) dan yang lebih menggembirakan kini Solaris telah mendukung prosesor arsitektur x86 yang merupakan prosesor standar desktop, artinya Solaris bisa diinstall di sembarang mesin desktop. bermodal rasa penasaran tadi, beberapa hari yang lalu saya mengunduh sistem operasi ini yang berupa file image DVD (.iso). Setelah di burn kemudian saya coba installkan di komputer saya, supaya aman saya install di virtualbox saja.

screenshot1Proses instalasi berjalan cukup lancar walaupun agak sedikit membingungkan, tapi kekurangan yang saya rasakan pas instalasi adalah prosesnya yg cukup lama, sekitar satu jam lebih! entah karena saya install di virtualbox atau memang dari sananya memang begitu.

Setelah proses instalasi selesai, komputer di restart dan munculah logon screen khas Solaris (kalau anda pernah mencoba openSolaris, tidak jauh beda). pada logon screen ini seperti sistem Unix/Unix-like lainnya, kita disuguhkan pilihan session, desktop apa yg akan kita pilih. pada Solaris 10 yang saya coba menyediakan 2 macam desktop yaitu Common Desktop Environmment (CDE) dan Sun Java Desktop System. tinggal pilih saja salahsatunya sesuai kebutuhan kita.

Apabila kita memilih desktop CDE kita akan disuguhkan desktop khas Unix klasik, jika anda termasuk orang yg sering bergelut dengan Unix pasti tidak asing dengan desktop ini, biarpun tampak sederhana dan jadul saya secara pribadi menyukai desktop ini, kesannya unix banget gitu loh! maklum saya nggak pernah ngoprek server jadi ketika disuguhkan desktop semacam ini serasa jadi admin saja😀

Desktop CDE pada Solaris 10

Desktop CDE pada Solaris 10

Desktop yang kedua adalah Sun Java Desktop System, secara sekilas tampilannya tidak jauh dari OS kebanyakan (Windows atau KDE/GNOME) dengan tombol peluncur aplikasi di kiri bawah (semacam start menu di Windows) dan tampilan ikon-ikon di desktopnya. tampilan desktop ini lebih modern dan “manusiawi” dibanding CDE, sangat cocok  digunakan untuk keperluan sehari2 (bukan sebagai server).

Desktop Sun JDS pada Solaris 10

Desktop Sun JDS pada Solaris 10

Berhubung OS ini dibuat untuk server dan mesin2 kelas berat, maka fitur2 unggulannya pun kebanyakan berkaitan dengan kebutuhan server maupun enterprise. salahsatu fitur unggulan dari Solaris adalah ZFS. ZFS ini adalah file system seperti halnya FAT maupun NTFS tapi memiliki fitur2 yang cukup menarik seperti snapshot untuk menyimpan catatan perubahan pada file sehingga apabila ada perubahan seperti file terhapus bisa dikembalikan. ZFS juga memiliki integritas yang bagus dan solid juga bisa menangani kapasistas yang hampir tak terbatas. jujur saya sendiri tidak tahu banyak tentang ZFS ini dan belum pernah mencobanya, yang saya sebutkan tadi baru sebatas referensi dari luar, bukan pengalaman pribadi, jadi CMIIW.

Menurut saya Solaris ini bukan OS yang mudah digunakan, apalagi jika menggunakan desktop CDE, akan banyak sekali kecanggungan dalam penggunaannya. perintah2 di shell-nya juga berbeda dengan Linux apalagi Windows, sehingga cukup pusing juga dalam menggunakannya, contoh saja saya mencoba ingin membuat user baru di Solaris namun belum bisa sampai sekarang, perintah di terminalnya agak sulit untuk dihafalkan😛 *ngeles, padahal emang nggak ngerti*

Aplikasi yang disertakan sebenarnya sudah cukup untuk keperluan sehari2, untuk urusan perkantoran telah terinstall StarOffice 8, aplikasi ini dulunya adalah cikal bakal dari openoffice. kedua aplikasi perkantoran ini masih dikembangkan secara bersamaan, namun StarOffice dikembangkan sebagai perangkat lunak Proprietary, tidak open source. untuk browser juga telah tersedia firefox yang telah lengkap dengan plugin flash maupun java *pasti lah, namanya juga keluaran Sun*. aplikasi lain yang disertakan cukup banyak, seperti Thunderbird, Real player, JEdit, beberapa games, text editor, GIMP, dll. pokoknya untuk kebutuhan standar sudah mencukupi.

Jika dibandingkan dengan OpenSolaris, ada beberapa persamaan dan perbedaan. openSolaris adalah versi open source dari Solaris, bedanya openSolaris dikembangkan oleh komunitas dan disponsori oleh Sun. secara umum Solaris dan openSolaris sama saja, terutama untuk core maupun kernelnya adalah sama, yang paling jelas berbeda mungkin dari desktop dan aplikasi2 yang disertakan. jika Solaris menggunakan CDE dan Sun JDS, maka openSolaris lebih memilih dekstop yang berlisensi openSource yaitu GNOME. bagi pemakai Linux pasti tidak akan asing jika menggunakan openSolaris (untuk tampilannya), namun jika dioprek lebih dalam baru terasa bedanya solaris/openSolaris dengan Linux. berhubung saya tidak ngoprek terlalu dalam jadi rasanya hanya sedikit saja perbedaannya😀

Dengan dirilisnya Solaris secara gratis, setiap orang kini bisa turut mencicipi OS Solaris (termasuk saya) baik digunakan untuk desktop maupun server. jika digunakan sebagai desktop mungkin tidak akan terlalu terasa optimalnya, mungkin lain halnya jika digunakan sebagai server, baru deh terasa bedanya, tapi mungkin loh… soalnya saya nggak tau juga, megang server aja belum pernah😀.