Alhamdulillah senangnya, akhirnya saya “resmi” menjadi pengguna Linux, senang kenapa? karena pada akhirnya saya menggunakan software yang 100% legal dan ternyata setelah dicoba Linux itu nyaman dan tangguh. berawal dari rasa penasaran saya untuk menginstall Linux di PC saya, seperti yang diceritakan pada tulisan sebelumnya, saya mencobanya di mesin virtual dengan bantuan VirtualBox, tapi lama2 rasa penasaran itu semakin menjadi-jadi, rasanya saya ingin menggunakan Linux ini lebih serius, bermodal nekat saya persiapakan lahan di hardisk saya dengan mempartisinya dengan sistem file Linux (ext3 dan swap). untuk pilihan distro saya jatuh ke Ubuntu, awalnya sih tidak begitu tertarik karena tampilannya yang sederhana, tapi karena banyak pertimbangan lain (nanti saya ceritakan di posting selanjutnya) akhirnya saya pilih Ubuntu.

Ketika pertama menginstall saya melakukan kesalahan yang cukup fatal dan beresiko (kehilangan data), kesalahan itu adalah ketika pemilihan partisi yang akan di isi Linux, sebelumnya memang saya sudah siapkan, tapi karena ketidak tahuan saya, saya malah memilih “automatic” ketika disodorkan pertanyaan dalam memilih partisi, nah karena “cerdasnya” si installer Ubuntu ini,  akhirnya dia milih sendiri partisinya, dan partisi dokumen saya jadi korban, dia pecah partisi itu dan buat sendiri partisi baru untuk Linux, sedangkan partisi yang saya buat tidak diliriknya, alhasil hardisk saya berantakan, partisi yang sudah disiapkan tidak dipakai malah dia memilih membuat lagi partisi baru (dan swap-nya tentunya). duh… sempet stress waktu itu, tapi modal nekat dan rasa penasaran yang tinggi, saya format ulang partisi tadi, saya merge kembali dengan partisi sebelumnya (dokumen), kemudian berbekal ilmu dari paman gugel saya install ulang dan saya pilih manual pada saat memilih partisi, kali ini isntalasi berjalan sukses sesuai harapan. senangnya…😀

setelah beres instalasi tentunya hal selanjutnya yang dilakukan adalah eksplorasi, butuh waktu 2 hari untuk saya agar membuat Ubuntu ini pas dihati. bukan apa2, bermacam2 kendala saya lalui, terutama kendala yang paling terasa adalah masalah display driver, kadang karena salah setting membuat ubuntu saya tidak bisa masuk dan hanya ada layar blank berwarna hitam, akibatnya saya harus memformat kembali dan menginstall ulang dari awal, untungnya instalasi Ubuntu sangat-sangat mudah, bahkan lebih mudah dari windows, dan yang pasti lebih cepat, hanya butuh waktu 30 menit dari nol sampai dia bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari. sangat mudah dan cepat.

Dekstop Ubuntu di PC saya (klik untuk memperbesar)

Dekstop Ubuntu di PC saya (klik untuk memperbesar)

Sampai tulisan ini dibuat saya masih betah menggunakan ubuntu, setelah di otak atik tampilannya akhirnya saya menemukan tampilan yang cocok dan nyaman buat saya, itu yang penting, agar saya betah memakainya. karena jujur saja saya kurang begitu suka dengan tampilan default ubuntu yang serba coklat itu. nggak modern, kuno, dll lah… oh iya untuk masalah tampilan, dengan bantuan program Compiz-fusion, tampilan ubuntu tidak kalah cantik dari windows vista, bahkan menurut saya lebih bagus dari vista. dengan desktop 3D yang bisa diputar2, efek2 cahaya, air, api maupun efek windows yang lentur mirip jelly membuat kita betah memakainya (baca: memainkannya😀 ), tapi sayang ada satu kendala lagi di komputer saya, dengan mengaktifkan compiz ini, terasa sangat berat di PC saya, katanya sih driver VGA saya tidak cocok, hal ini cukup menganggu kenyamanan saya dalam ber-ubuntu *halah.. istilah apa itu?*, tapi anehnya yang terasa berat pada saat scrolling aja, misal pada saat browsing atau membuka OpenOffice.org. oleh karena itu saya memilih menonaktifkan Compiz, tapi segitu pun masih membuat saya nyaman kok, selain tampilannya lebih cantik dari XP juga rasanya lebih kenceng.

Tampilan Desktop 3D Cube

Tampilan Desktop 3D Cube

Tampilan Shift Switcher

Tampilan Shift Switcher

Singkat cerita, saya sudah mulai bermigrasi ke software yang lebih legal, handal dan nyaman. dengan mencoba ubuntu ini, anggapan negatif saya sebelumnya terhadap Linux menjadi terpatahkan, Linux itu susah? nggak juga tergantung mau ngoprek apanya? kalau cuma untuk kebutuhan sehari2 sudah cukup nyaman, hanya belum terbiasa saja. jadi bagi yang belum pernah mencoba, tidak ada salahnya mencoba dulu, tidak usah takut, kalau takut salah, coba aja versi Live CD dulu, kalau ingin rada serius tapi takut kehilangan data atau merusak partisi? bisa coba menginstall menggunakan Wubi. dengan Wubi, Ubuntu bisa di install dari windows layaknya sebuah aplikasi. jadi tidak ada alasan untuk tidak mencoba, jika belum sekaranglah saatnya, ayo kita dukung gerakan penggunaan software legal dan bebas, dimulai dari diri kita sendiri, sekarang.