Tidak terasa sudah bulan Juli lagi, bulan yang serba baru bagi sebagian besar anak sekolahan dan kuliahan, kenapa baru? tentu saja karena ini adalah bulan pergantian tahun akademik atau tahun pendidikan dimana semuanya berubah, mulai dari kelas baru (bagi yang naik kelas), kampus baru (bagi yang baru masuk sekolah atau kampus baru) dan tentunya teman2 yang baru pula. hal ini berlaku juga bagi para mahasiswa, baik mahasiwa lama maupun baru. saya sendiri selaku mahasiswa yang terhitung tua (iya ya? :p) juga akan mengalami perubahan, diantaranya tempat kost/kontrakan yang baru.

Sudah 3 terakhir saya tinggal di kost-an lama milik pak Dayat (gak akan kenal kan?) di Jatinangor. saya tinggal di kostan itu sejak saya pertama masuk kuliah, yaitu pada semester 1 tahun 2004. dulunya tempat itu memang menyenangkan, walaupun bisa dibilang sangat sederhana dibanding dengan kostan lain, namun susana disana sangat nyaman dan bersahabat, tempatnya tidak terlalu jauh dari jalan, kampus dan fasilitas umum, jadi aksesnya relatif mudah, dan yang saya suka harganya yang relatif terjangkau, mungkin sekitar hanya 65% dari harga pasaran. tapi yang saya suka dari kostan itu adalah teman2nya yang sangat friendly dan dekat secara personal, sebagai orang sunda disana saya merasa betah karena sebagian besar (atau semua) orang disana adalah orang sunda, sehingga saya merasa berada di kampung sendiri. seperti biasa, tiap hari kami sering berkumpul, nongkrong2 bersama pokoknya asik dan banyak kenangan yang tidak terlupakan.

Tahun berikutnya ada beberapa penghuni yang pindah (karena sudah lulus), dan kamar diisi oleh penghuni baru dari pulau sebrang. awalnya kami canggung dengan pendatang baru dari luar jawa, namun setelah kenal ternyata tidak ada bedanya, sama asiknya, hanya beda di bahasa saja yang tidak menggunakan bahasa sunda. namun seiring berjalannya waktu dan para penghuni mulai bergantian satu-persatu, makin sini saya merasa jadi kurang nyaman dengan anak2 kost-an saya, anak2 yang baru sangat individualis, sombong dan cuek, jadi males mau berteman juga (padahal mereka orang sunda juga, payah!). saya merasa sangat kehilangan anak2 yang dulu, mereka sudah seperti sodara saya, sudah sangat dekat rasanya, tapi bagaimana lagi, mereka juga butuh pekerjaan kan? masa sudah lulus masih mau tinggal di Jatinangor?

Akibat dari kurang nyaman tinggal di kostan lama, sekarang saya jadi jarang pulang, rasanya malas saja untuk pulang ke kamar kost, paling pulang hanya untuk tidur, itupun pulang tengah malam, padahal dulu saya tipe anak rumahan yang kebiasaanya kulah-pulang-kuliah-pulang saja, entahlah sejak para penghuni kostan berubah saya jadi berubah, sering keluar gak jelas, nginep di kost-an temen bahkan di warnet.

Setelah hampir setahun merasa tidak nyaman di kostan lama, akhirnya datang juga bulan juni yang artinya habis pula waktu kontrak disana, saya tidak ingin melanjutkan kontrak disana, mending saya pindah saja. awalnya sih temen2 saya ada yang kontrak rumah, mereka ber-4, dan kebetulan kontrakan mereka juga habis, mereka mengajak saya untuk gabung dan ngontrak rumah yang lebih besar agar bisa dihuni lebih banyak orang. awalnya saya setuju untuk gabung namun dipikir2 saya kurang nyaman juga kalau harus terlalu ramai satu rumah, karena kadang saya juga butuh privasi, kalau satu rumah ramai2, sangat susah dapat privasi. akhirnya saya putuskan untuk cari kamar sendiri, setelah muter2 eh dapatnya tidak jauh juga, ujung2nya sekosan juga dengan temen sekelas saya, memang sih saat ini bangunannya belum selesai. jadi ceritanya ibu kost-nya si Robie itu sedang ekspansi dengan membangun kamar baru di atas kontrakannya sekarang (loteng), nah saya di tawarin disana, ya saya terima saja, dan memang temptanya sesuai kriteria saya.

Akhirnya setelah muter2 cari kamar dapatnya di situ2 juga, tempat saya biasa nongkrong menghabiskan waktu seharian, kadang nginep juga pokoknya tempat itu bisa dibilang tempat pelarian saya ketika malas pulang ke kostan, sebelumnya tidak pernah terpikir untuk pindah ke sana, malah saya sudah muter2 kemana2 untuk cari kostan , eh taunya beberapa minggu lalu saya melihat tiang2 beton di atas kamar si Robie itu, saya tanya aja ke ibu kostnya, nego-nego akhirnya pindah juga deh kesana (sampai saya nulis ini, kamarnya belum jadi, katanya bulan depan jadi) dan saya baru bayar DP-nya saja🙂.

Suasana di lingkungan baru ini tidaklah asing buat saya, maklum hampir tiap hari saya disana, untuk fisik kontrakannya juga jauh lebih baik, selain bangunan yang masih brand new, juga kamar mandi di dalam (dulu diluar) dan kusen serta tembok yang lebih bagus (walaupun harganya lebih mahal). intinya saya senang dengan tempat yang baru ini, karena akses ke tempat umum lebih dekat, ke kampus juga lebih dekat dan ke tempat kerja juga tidak jauh. selain itu penghuni dari kos-tan ini 50% teman saya di kelas (ya iya lah kan cuma ada 4 kamar, 2 oleh teman saya, satu oleh saya dan satu lagi masih kosong) jadi saya tidak perlu beradaptasi dengan penghuni kost-an yang baru ini🙂.