mungkin jika diantara anda ada yang seusia saya atau sekitar 19-24 tahunan, pasti masih ingat kan masa2 kita kecil? dulu ketika saya masih kecil, kira2 usia SD lah! saya masih ingat suka menonton acara2 untuk anak2 di televisi, ketika itu acara untuk anak2 banyak dan beragam sekali, bahkan film2 jepang semacam ksatria baja hitam, ultraman dan saint seiya, serta sailor moon menjadi idola semua anak. selain itu acara hiburan non film seperti acara musik, kuis dan show2 untuk anak2 masih bertebaran di berbagai statsiun televisi.rasanya hampir tiap pagi dan sore ada program untuk anak di televisi. sayapun masih ingat betul bagaimana centilnya maisy bernyanyi, lirik lagunya eno lerian dan gayanya bondan prakoso. saat itu anak2 benar2 dimanjakan oleh hiburan yang ditayangkan statsiun televisi.

apabila melihat kondisi sekarang, saya sangat prihatin melihat kondisi dunia hiburan di negri kita. kita hitung saja dalam satu hari ada berapa puluh tayangan infotainment yang tayang di seluruh statsiun TV di indonesia?banyak sekali! dan yang lebih parah, menurut saya isi dari infotainment itu sangat tidak berisi, hanya berisi ocehan murahan para presenter dan narator tayangan tersebut dan SAMA SEKALI tidak berkualitas. kadang saya sedikit menyimak apa yang ditayangkan di infotainment tersebut, ternyata beritanya asal2an!maksud saya ada berita yang masih sangat diragukan kebenarannya tetapi disampaikan secara tegas oleh narator infotainment tersebut, seolah2 berita yang ia bacakan itu valid. sangat memuakan! dan yng bikin saya tambah prihatin, jam tayang dari acara murahan tersebut sudah menggurita ke semua segmen jam tayang, seperti pagi hari, siang, sore bahkan malam. padahal dulu jam2 itu seperti pagi dan sore menjadi jam khusus untuk anak2.

apabila jam2 tersebut sudah “diserobot” oleh jam tayang infotainment, kapan anak2 dapat hiburan dari televisi?bahkan hari minggu pun sekrang sepertinya bukan hari yang ditunggu anak2 untuk menonton TV, karena lagi2 di televisi yang ditayangkan hanyalah infoainment2 murahan. kasihan anak sekarang…

kadang2 saya suka berpikir dan membanding2kan jaman saya dulu waktu kecil dengan anak2 jaman sekarang. saya pernah mendengar anak kecil (mungkin masih usia TK) nyanyi2 lagu Radja, peterpan dan ungu..saya miris juga mendengarnya, soalnya lagu2 itu kan untuk dewasa, isinya saja tentang percintaan, sangat tidak cocok untuk anak seusia itu, tapi kenapa anak2 samapi hapal lagu2 tadi? karena sekarang sangat susah mencari lagu khusus untuk anak2, sepertinya industri musik anak sekrang ini lesu bahkan mati, sehingga anak2 kurang hiburan dan justru malah mengadopsi musik dewasa, karena yang ada hanya itu.

kembali ke tayangan televisi, dulu anak2 sangat mengidolakan tokoh2 super hero yang ada di televisi, tapi sekarang sepertinya mereka hekilangan idola2 itu, anak2 sekarang malah lebih tau tentang AFI, KDI, dll, padahal menurut saya acara2 itu tidak cocok2 untuk anak2. bahkan yang lebih parah, karena mereka kehilangan sosok idola bagi anak2 sehingga mereka menemukannya pada program yang salah, seperti tokoh2 dalam SMACK DOWN! misalnya. sehingga kasus kekerasan pada anak2 semakin meningkat karena kurangnya pengawasan dari orang tua, anak2 itu mencari hiburannya sendiri, dan sayangnya apa yang meeka temukan itu salah. untuk kasus smack down!, saya tidak setuju apabila semua tuduhan dilimpahkan ke acarannya itu sendiri, menurut saya yang paling berperan disini adalah pihak siatsiun TV dan oang tua, mengapa demikian? karena menurut saya pihak statsiun tv telah melanggar peraturan jam tayang, disebutkan oleh pihak WWE bahwa acara tersebut harus tayang diatas jam 10 malam, pada kenyataanya statsiun TV menayangkannya jam 9, sehingga anak2 masih bisa menontonnya dan mempraktekannya pada teman mereka. pihak oangtua juga harusnya bisa lebih aware terhadap tayangan2 di tv, mengingat sekarang ini program2 televisi makin tidak berkualitas dan tidak mendidik. saya juga tidak setuju melihat orangtua yang hanya bisa marah2 menggugat statsiun televisi ketika terjadi sesuatu pada anaknya, tetapi mereka tidak introspeksi diri sebenarnya orang tualah yang paling berperan dalam perkembangan anaknya, bagaimana caranya agar tidak terbawa lingkungan yang kurang baik, pihak televisi hanyalah salahsatu dari “lingkungan ” tersebut.

saya sih berharap pihak televisi dan rumah produksi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan finansial dan rating semata, akan tetapi unsur edukasi yang menjadikan televisi menjadi media untuk belajar tidak ditinggalkan, pihak televisi bisa lebih menyeleksi lagi program tayangannya dengan proporsi yang berimbang antara unsur hiburan pendidikan dan berita. jangan mendominasi semua jam tayang dengan tayangan2 murahan dan tidak mendidik.

dukung gerakan anti SETANTRON™ (sinetron yang menyesatkan) No to Setantron!