Arsip untuk Januari, 2009|Halaman arsip bulanan
Desktop Berantakan
Saya punya satu kebiasaan (entah baik atau buruk) yaitu suka menyimpan file hasil unduhan di desktop, tujuan utamanya sih biar gampang dicari, gampang dibuka. kalau misal disimpan di suatu folder kadang malas harus membuka file manager dulu. hampir semua aplikasi pengunduh saya arahkan ke desktop sebagai default foldernya, baik itu aplikasi file sharing, torrent client, download manager maupun browser, semua saya arahkan ke desktop. tapi ada satu lagi kebiasaan saya (yang ini jelas buruk) yaitu suka malas membereskan file2 hasil unduhan tadi, kadang dibiarkan begitu saja di desktop, dan hasilnya desktop saya pun jadi berantakan seperti tangkapan layar dibawah ini:
NOTE:
dekstop saya baru di cleanup 3 hari yang lalu, tapi sudah berantakan lagi
Download MP3 dengan Frostwire
Ada banyak cara untuk mendapatkan file MP3 di internet, bisa dengan mengunduh langsung dari situs-situs penyedia MP3 gratis, bisa juga dengan menggunakan jaringan peer-to-peer atau bahkan dari jaringan IRC pun bisa. tapi kali ini saya akan membahas salahsatu cara mendapatkan MP3 yang mudah melalui jaringan peer-to-peer dengan bantuan porgram bernama Frostwire.
Frostwire ini merupakan aplikasi file sharing dengan menggunakan jaringan gnutella maupun bitTorrent. mungkin beberapa dari anda sudah tidak asing dengan aplikasi Limewire, nah Frostwire ini adalah fork dari aplikasi Limewire, dengan interface yang sangat serupa dan fitur yang hampir sama pula, plus beberapa perbedaan tentunya. Berbeda dengan Limewire, Frostwire ini merupakan aplikasi open source, sama2 ditulis dengan java. tujuan utama proyek frostwire ini memang untuk menyediakan alternatif open source bagi pengguna Limewire yang walaupun gratis tapi merupakan aplikasi proprietary.
Dari segi fitur maupun interface tidak ada perbedaan mencolok jika dibandingan dengan Limewire versi gratis, namun Frostwire ini memiliki fitur tambahan yang hampir serupa dengan Limewire pro yang berbayar, jadi tentu lebih menggiurkan bukan? Frostwire bisa terkoneksi ke 5 ultrapeers layaknya Limewire pro, sehingga memungkinkan proses download lebih cepat jika dibandingkan dengan Limewire free (yang hanya terkoneksi ke 3 ultrapeers). Selain itu, Frostwire memiliki fitur tambahan yaitu community chat dimana kita sebagai user bisa berbincang2 dengan para pengguna lain layaknya di jaringan IRC.
Yang menarik, Frostwire ini bisa berganti2 kulit alias skins, ada banyak pilihan skins yang bisa kita pakai sesuai selera. Frostwire juga merupakan aplikasi multiplatform yang artinya tidak hanya tersedia untuk satu platform sistem operasi saja, sampai saat ini Frostwire tersedia untuk Windows XP/Vista, MacOS X, Linux (deb dan RPM package) serta tersedia paket berupa source code.
Seperti juga Limewire, Frostwire tidak hanya bisa mendownload file2 MP3 saja, tapi juga file2 video, foto maupun program (.exe). jadi tunggu apa lagi? silahkan coba aplikasi ini sekarang juga, saya sendiri cukup puas dengan kinerjanya yang cukup cepat dalam mendownload serta mampu menangani multiple download yang cukup banyak dalam satu waktu.
Mudahnya Menginstall Web Server Di Linux
Gara2 saya lagi tertarik belajar buat bikin theme wordpress sendiri, maka saya belajar CSS dan XHTML (yang sayangnya sampe sekarang masih blank aja nih!
). nah masalahnya saya butuh “live preview” dari hasil editan CSS saya agar tampah langsung di blog wordpress. tapi kendala utamanya saya tidak punya blog yang bisa di otak atik theme-nya, blog ini tidak bisa dirubah2 kecuali saya harus membayar sejumlah uang ke WordPress.com baru deh dikasih akses buat edit2 theme. solusi termudah adalah menginstall sendiri wordpress di komputer, syarat untuk bisa menjalankan WP di komputer tentu saja harus menginstall web server plus MySQL dan PHP.
Di Windows saya biasanya menggunakan XAMPP sebagai web server, XAMPP ini adalah bundel software yang berisi Apache web server, PHP, MySQL database (termasuk PHP MyAdmin untuk administrasinya) dan beberapa paket lainnya, pokoknya ini paket All in One yang cukup lengkap. nah bagaimana dengan Linux? untuk Linux ada paket khusus yang namanya LAMP (Linux Apache MySQL PHP/Perl/Python). pada awalnya saya beranggapan wah pasti susah nih install web server di Linux, kalau di Windows kan tinggal klik klik aja tuh, terus bagaimana kalau di Linux? sebelumnya saya sempat Googling dulu mencari referensi bagaimana cara install webserver di Linux, beberapa menyarankan install Apache, PHP, dan MySQL dari package manager, hmm… sepertinya mudah nih, package manager kan gampang, ini itunya otomatis. tapi saya masih penasaran juga, apakah ada cara yg lebih gampang? ternyata ada!
Cara paling mudah dalam menginstall web server di Linux adalah dengan mendownload LAMP situsnya (sebagai info saja, LAMP ini sebenarnya sama saja dengan XAMPP, hanya beda penamaan karena ini khusus untuk Linux), kemudian extract di folder “/opt/” di partisi Linux kita, kemudian jalankan dengan mengetik “sudo /opt/lampp/lampp start” dari terminal, setelah itu web server siap digunakan. sangat-sangat mudah. jadi anggapan saya selama ini salah nih, saya kira emang susah install di Linux, ternyata sangat gampang! selain itu folder “lampp” tadi juga sifatnya portable, maksudnya bisa dipindah mesin hanya dengan copy-paste saja di folder yang sama.
LAMP ini bisa dibilang menjadi standar bagi kebanyakan web server di dunia (selain Microsoft IIS), fiturnya sangat lengkap untuk sebuah web server dan sangat stabil. bayangkan saja situs2 yang sering anda kunjungi sebagian besar menggunakan paket web server ini, diakses oleh ribuan user, tapi tetap bisa berjalan dengan lancar, itulah hebatnya Apache dkk ini. untuk pengguna rumahan (baca: non server) LAMP ini bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi2 berbasis web seperti CMS wordpress maupun Joomla untuk dipelajari atau untuk tujuan lainnya.
akhir kata, selamat mencoba aja deh….*bingung mau nulis apa lagi, ini juga berantakan
*
Komentar (8)
Komentar (3)
Komentar (6)





