Format Standar untuk Aplikasi Perkantoran

Ternyata ketergantungan akan produk dari satu vendor (baca: Microsoft) masih tidak bisa lepas dari masyarakat di Indonesia, sebagai contoh untuk aplikasi perkantoran susah sekali untuk lepas dari Microsoft Office, ya… siapaun setuju kalau Ms Office itu mudah dan nyaman untuk digunakan, apalagi Office 2007 yang memiliki tampilan interface ribbon yang menawan dan mudah digunakan, tapi sayangnya kita terlalu bergantung pada satu produk dan seolah menutup mata untu melirik produk lain yang lebih terbuka.

Saya ambil contoh di lingkungan saya apabila saling bertukar berkas sangat jarang ditemukan format format file selain format dari Office yaitu .doc ataupun .docx, ketika saya memilih penggunakan format ODF malah menjadi kendala karena tidak bisa dibuka di tempat lain karena kebanyakan Ms Office yang mereka miliki tidak bisa membuka file ODF (.odt, .odp, .ods). sangat ironis bukan? secara gitu loh…format ODF itu telah disahkan menjadi format standar internasional oleh ISO, tapi secara de facto di lapangan yang jadi standar justru malah format dari Ms Office (.doc, .xls,.ppt) yang secara de jure bukan standar internasional.

ODF atau Open Document Format adalah standar format file untuk aplikasi perkantoran yang didukung oleh banyak aplikasi seperti OpenOffice, AbiWord, Lotus Symphony, Koffice, NeoOfficeStar Office, dll.  Secara legal  format ODF telah disahkan menjadi format standar internasional (oleh ISO) lebih dulu sebelum format dari Microsoft Office 2007 (Office Open XML) yang berekstensi .docx; .xlsx; .pptx disahkan juga menjadi standar setahun berikutnya. jika melihat fakta tersebut seharusnya ODF lebih populer dibanding format dari Ms Office, tapi seperti saya bilang sebelumnya, orang2 tidak mau beranjak dari zona nyamannya yang bertahun2 memakai Ms Office (walaupun bajakan) dan tidak mau menggantinya dengan apikasi yang mendukung format standar ODF.

Khusus untuk di Indonesia sepertinya penggunaan aplikasi bebas dan format standar juga belum didukung penuh oleh pemerintah, coba kita lihat, di kalangan pemerintahan sendiri format yang masih umum dipakai adalah format dari Microsoft yang artinya mau tidak mau aplikasi-nya juga harus menggunakan Ms Office, coba kalau mulai dari pemerintah mulai menerapkan standar nasional untu berkas perkantoran dengan ODF (seperti di negara2 lain), sehingga staff-staffnya mulai menggunakan OpenOffice (misalnya). dengan demikian kita tidak bergantung kepada satu produk yang jelas2 merupakan produk komersil, emang kita mampu beli lisensi segitu banyak untuk semua kantor pemerintahan se Indonesia? saya yakin sebagian besar malah masih bajakan. namun jika kita menggunakan ODF kita tidak terpaku pada satu aplikasi bahkan berbeda sistem operasi pun bisa. Lotus Symphony, OpenOffice, KOffice, AbiWord  adalah contoh aplikasi yang mendukung ODF yang bisa berjalan di berbagai sistem operasi, dan berita bagusnya aplikasi2 tadi merupakan aplikasi gratis dan bebas (freeware dan open source), sehingga biaya untuk pembelian lisensi bisa ditekan sampai nol.

Entah karena orang Indonesia yg konsumtif atau tidak mau susah untuk mempelajari hal baru, kita selalu terpaku pada satu aplikasi dan OS yang sama, saya berharap suatu saat ODF bisa menjadi standar menggantikan format file yang sekarang banyak digunakan, sehingga kalau kemana2, tukar2 berkas itu menggunakan format ODF, apapun aplikasinya, apapun sistem operasinya, kapan ya??

11 tanggapan sejauh ini

  1. Harry on

    orang indonesia tidak bisa lepas dari ms office, jadi ya gitu deh, meskipun pake openoffice waktu nyimpen tetep pake format ms office biar gak ada masalah kalau dibuka di komputer lain :D

  2. Hielmy on

    @Harry
    nah itu dia, coba kalo standarnya udah pake ODF, biarpun pake MS Office di savenya ke ODF, kan asik tuh…hehe…

  3. Donny Reza on

    aye juga stress sendiri kalau pake .odf nggak ada yang tahu cara bukanya :) ). Memang sih, sebaiknya mulai disosialisasikan ke pemerintahan, kalau perlu bikin undang-undanganya … dan distandarisasikan. Saya juga selalu menganjurkan, pake OpenOffice aja pak, gratis… tapi tetep aja pada nggak mau.

  4. Hielmy on

    @Donny Reza,
    hehe… tetep aja atuh gitu mah! :D
    kalo males pake OpenOffice pake Lotus Symphony aja tuh, tampilannya bagus, gak kalah nyaman sama Ms Office lah pokoknya.

  5. mautauaja on

    Terus terang, saya pribadi dan beberapa rekan sangat menghindari penggunaan Office 2007. Hal ini disebabkan terganggunya kenyamanan bekerja seperti pada Office 2003. Karena komputer baru yang sudah ter-install Office 2007 dan gembar-gembor banyaknya cell pada Excel 2007 (1 juta), banyak yg terjerumus menggunakan Office 2007.
    Kalau kita bicara fakta, Office 2007 itu tidak lebih stabil dari Office 2003. Untuk saya pribadi, terus mencoba dan selalu menggunakan OpenOffice (khususnya OxygenOffice), baik untuk dokumen pribadi serta kantor.
    Yang menjadi catatan saya akan OOo adalah masalah pengaturan inden (hanging inden maupun tabulasi) yang tidak semudah Office 2003, serta penulisan rumus matematika yang belum WYSIWYG (padhaal KOffice sudah menerapkannya).

  6. Hielmy on

    @mautauaja
    jika anda kurang puas dengan OpenOffice tidak ada salahnya menggunakan KOffice atau aplikasi lainnya selama masih legal dan mendukung ODF, atau boleh coba tuh Lotus Symphony (maklum lagi jatuh cinta sama aplikasi satu ini), tapi saya kurang tau sih untuk masalah tabulasi, dll. maklum saya lebih banyak bekerja dengan Word processor dan presentasi biasa saja.

  7. mautauaja on

    IBM Lotus Simphony memang cantik. Dan saya tidak tahu persis, apakah kecantikannya melebihi NeoOffice (OpenOffice untuk Mac). Setelah beberapa saat mencobanya, Simphony ini tidak cocok untuk saya. Fitur penulisan matematika (math) belum disertakan.
    Belum lagi ruang harddisk yang digunakan, untuk 3 aplikasi saja mebutuhkan 400 Mb. Sedangkan pada OxygenOffice (openoffice premium), 400 Mb itu sudah lengkap dan melebihi OpenOffice standard. Bicara RAM yg digunakan, boros sekali.
    Sayangnya OxygenOffice ini tidak dibundling oleh distro linux terkenal, dan lebih memilih OOo standard (untuk banyaknya template presentasi sangat kurang sekali).

  8. Hielmy on

    @mautauaja
    NeoOffice memang cantik, tapi itu semata2 karena interface dari mac-nya sendiri, dari layoutnya sih sama aja dengan openOffice, cuma dia mendukung penuh aqua interface.

  9. Andre on

    Yah mau gimana lagi…udah terlanjur membudaya sih..

  10. Willy Sudiarto Raharjo on

    Denger2 ODF lagi digodok sebagai format nasional di Indonesia oleh AOSI. Kita tunggu aja hasilnya

  11. Hielmy on

    @willy
    wah berita bagus mas :)


Leave a reply