Arsip untuk Desember, 2008|Halaman arsip bulanan

Twitux, Twitter Client untuk Linux

Anda pasti sudah tidak asing dengan Twitter kan? Twitter adalah salah satu dari sekian banyak layanan microblogging, fungsinya untuk menulis update secara singkat dari penggunanya. dulu twitter merupakan ‘rajanya’ di dunia microblogging, tapi sekarang sepertinya kalah pamor dibanding dengan Plurk *btw plurk termasuk microblogging bukan?*, tapi saya sendiri lebih suka twitter yang lebih sederhana daripada plurk yg terlalu “ramai” menurut saya.

Twitux

Twitux

Nah, biasanya untuk membaca update posting dari rekan2 kita di twitter ataupun untuk memposting tulisan baru kita harus membuka browser terlebih dahulu dan membuka halaman twitter, tapi sekarang hal merepotkan itu perlu dilakukan lagi berkat adanya twitter client yang berupa aplikasi standalone berbasis desktop tanpa harus membuka browser. salahsatu twitter client yang tersedia untuk sistem operasi Linux adalah Twitux, aplikasi ini cukup sederhana dan mudah digunakan, tapi mempunyai fungsi yang cukup lengkap dalam melakukan twitting seperti untuk membaca posting teman-teman, mengirim posting, balasan, maupun membaca public timeline. bagi anda pengguna Ubuntu dapat menginstallnya melalui Synaptic karena telah tersedia di repository, untuk distribusi Linux lainnya bisa mengunduh di websitenya. BTW selain twitter saya juga biasa menggunakan kronologger untuk layanan microblogging, bedanya kronologger ini buatan Indonesia yang dikembangkan oleh mas Kukuh TW, dari dulu saya berharap ada programmer yang mau membuatkan kronologger client semacam ini, tapi sayangnya sampai sekarang belum ada realisasinya, maukah anda membuatkannya? pasti asik deh! :p

Penyakit Kambuhan

entah karena apa saya punya penyakit kambuhan, namanya : DIARE. kadang ia datang tak terduga, mungkin disebabkan saya yang kurang kontrol sama makanan, memang kadang ini terjadi kalau saya habis makan yang aneh2 dan berpotensi membuat sakit perut seperti rujak, bakso pedas, dll. anehnya potensi itu selalu bereaksi di perut saya dan menjadi kenyataan.
namun biasanya penyakit ini tidak lama, kadang sehari juga sembuh sendiri tanpa minum obat, tapi ya jadinya menggangu aktifitas, mau ke kampus jadi tidak nyaman karena perut yang sakit. mau kemana2 jadi was2 takut nanti pengen ke toilet terus. ah benar2 menyiksa, seperti hari ini. saya batal pulkam alias mudik gara2 penyakit ini, entah karena apa, terkadang hanya “kena angin” saja saya langsung sakit perut… arrrggg… penyakit yang aneh!!!

Pengalaman Pertama Compile Kernel

Dulu ketika saya belum mengenal Linux, mendengar ada orang yang compile kernel sendiri rasanya wah banget, maklum waktu itu masih terbiasa dengan perangkat proprietary dimana yang namanya compiling program itu hanya kerjaan para coder/programmer dibalik layar dari aplikasi atau OS yang kita pakai. dalam dunia free software kompilasi program bukan monopoli para developer saja, tapi semua user bisa dan berhak untuk itu, karena kode sumbernya tersedia dengan bebas, bahkan untuk menginstall suatu aplikasi tidak jarang kita sebagai user biasa pun harus mengkompilasi secara manual aplikasi tersebut karena sang programmer hanya menyediakan kode sumber untuk kita pakai.

Berbeda dengan aplikasi biasa, kernel adalah suatu inti dari sistem operasi yang gunanya mengatur segala sesuatu yang paling mendasar dan low level dari sebuah OS seperti memory management, process management, system call, dll sehingga ngoprek kernel ini bukan mainan yang cocok untuk pemula karena salah-salah bisa kernel panic, system error dan hasilnya OS tidak bisa jalan. kacau deh…

Tapi saya sebagai pemula nekat ingin mencoba juga main2 dengan kernel ini, biar keliatan geek gitu loh! haha… ngga juga sih, cuma pengen belajar aja gimana sih yang namanya kompilasi kernel, nggak kebayang kan kalo misal masih pakai OS komersial semacam Windows kita bisa “merakit” sendiri inti dari OS itu, gimana ga keren coba? hehe…

Bermodal nekat dan tanpa pengetahuan sama sekali saya coba unduh (download -red) berkas kode sumber dari kernel Linux terbaru dari www.kernel.org yaitu versi 2.6.28 untuk saya coba pasang di sistem Ubuntu Linux di komputer saya. bagaimana caranya? saya tanya-tanya ke paman google, akhirnya nemu beberapa referensi, saya coba, ternyata gagal! saya tidak bisa buka menuconfig, kenapa yah? ternyata selidik punya selidik ada pustaka yang kurang, saya cari2 lagi di google, dan ketemu lah masalahnya, coba sekali lagi dan hasilnya… BISA!!! horee…

Sebagai tahap awal saya tidak otak atik dulu confignya, kali ini niat saya cuma sampai compiling tapi belum tentu akan saya pakai kernel ini, masih parno, takut kernel panic, dll. tar kudu install ulang ato otak atik lagi, males, lagi ga ada waktu, besok mau mudik soalnya :p. ternyata bener kata orang, proses compiling kernel ini lamaaa… banget! sampai tulisan ini ditulis itu yang namanya compiling belum selesai sejak 1.5jam yang lalu, cuma proses render video yang bisa mengalahkan lamanya proses ini :D dan berhubung belum selesai saya belum bisa kasih tau hasilnya apakah berhasil jadi sebuah kernel yang layak pakai atau tidak, kita tunggu saja. :D

Proses kompilasi yang terus berjalan...

Intinya inilah pengalaman pertama saya, akhirnya impian saya tercapai, dulu saya sempet bercita2 pengen bisa “kompilasi kernel sendiri” ya sekarang sedang berjalan, masalah dipake ato nggak gimana nanti deh! orang cita2nya juga cuma “kompilasi sendiri” hehehe…

update:

kompilasi berhasil, packaging gagal, harusnya output berupa file .deb agar bisa di install di ubuntu, tapi tidak berhasil. :(

coba lagi!!

Apple’s Bloopers

siapa bilang Apple “tanpa cacat”? lihat dulu ini….

selamat ngakak……wakakakakakak…..