Mie’s Corner – Reborn Edition

don’t make it too easy, leave something for me and my imagination

Archive for November 15th, 2008

Chatting Facebook Via Pidgin

with 12 comments

Setelah bermigrasi menggunakan Ubuntu praktis segala aplikasi yang biasa dipakai di Windows berubah menjadi Linux based, memang sih beberapa ada yang berupa aplikasi multiplatform seperti Adobe Reader yang menyediakan veri Linux maupun Windows, namun kebanyakan aplikasi yang ada di Windows jarang ada versi Linux-nya secara native, walaupun masih bisa “diakali” dengan menjalankannya di Linux dengan bantuan Wine. tapi secara fungsional di Linux banyak aplikasi yang “serupa” sebagai pengganti atau alternatif dari aplikasi yang berada di windows. salah satu aplikasi yang sering saya gunakan namun tidak ada di Linux adalah Yahoo Messenger, sedangkan di Linux saya menggunakan Pidgin. sebenarnya Yahoo sempat mengeluarkan YM untuk Linux, namun terhenti sampai pertengahan tahun 2005 dan tidak ada versi baru sampai sekarang. makanya saya lebih memilih memakai Pidgin (selain karena hanya aplikasi ini yang dipaketkan dalam distro-nya :D )

Mungkin untuk pemakaian awal yang belum terbiasa memakai pidgin akan sangat tidak nyaman, dari segi tampilan pidgin kalah jauh dibanding Yahoo Messenger. begitupun dengan saya, tapi untungnya ini bukan pertama kalinya saya pakai Pidgin, di Windows saya kadang2 memakai aplikasi ini juga karena dia bekerja lebih cepat (terutama saat login) dan memakan resource komputer lebih ringan daripada YM.

Fitur yang menarik dari pidgin ini adalah kemampuannya menangani multi account. artinya dia bukan hanya bisa menangani chatting via YM tapi juga melalui jaringan MSN, Google Talk, ICQ, AIM, IRC, Gadu-gadu, MySpace Chat,dll. fitur ini tentunya tidak dimiliki oleh Yahoo messenger. namun ada satu account yang saya rasa cukup penting bagi saya karena cukup sering menggunakannya namun tidak tersedia di pidgin yaitu Facebook chat. layanan chatting dari facebook ini memang secara resmi hanya tersedia di websitenya yaitu ketika kita login ke situs facebook dan fasilitas ini dapat ditemukan di bagian bawah halaman facebook. saya sempat terpikir wah kalau di pidgin bisa buka chatting facebook asik kali ya? eh setelah googling akhirnya ketemu juga, ternyata ada semacam plugin untuk pidgin yang bisa menambah kemampuan pidgin agar bisa menangani facebook chat. wah ini yang saya cari!! namanya “pidgin-facebook” yang bisa di unduh disini. plugin ini dikemas dalam paket .deb dan bisa di install di ubuntu dengan baik, saya belum tahu kalau di install di distro lain (.deb package). setelah saya coba ternyata berhasil, pada account manager ada satu account baru yang bisa diambahkan yaitu facebook dan setelah login, pada buddy list akan muncul satu group baru dengan nama facebook.

Tambahan account baru di pidgin yaitu Facebook

Tambahan account baru di pidgin yaitu Facebook

Wah makin asik saja nih saya pake linux, ga usah ribet, satu Instant messenger untuk semua, sekarang di pidgin saya mengaktifkan beberapa account diantaranya Yahoo!, Gtalk, MSN/Live messenger dan tentunya facebook. hemat dan praktis, dengan demikian saya tidak harus selalu membuka halaman facebook untuk dapat bercakap2 dengan teman2 di facebook. penasaran? silahkan coba sendiri :P

Written by Hielmy

15 November 2008 at 11:10 pm

Ditulis dalam Komputer & Internet, Linux

Selamat Datang Ubuntu

with 13 comments

Alhamdulillah senangnya, akhirnya saya “resmi” menjadi pengguna Linux, senang kenapa? karena pada akhirnya saya menggunakan software yang 100% legal dan ternyata setelah dicoba Linux itu nyaman dan tangguh. berawal dari rasa penasaran saya untuk menginstall Linux di PC saya, seperti yang diceritakan pada tulisan sebelumnya, saya mencobanya di mesin virtual dengan bantuan VirtualBox, tapi lama2 rasa penasaran itu semakin menjadi-jadi, rasanya saya ingin menggunakan Linux ini lebih serius, bermodal nekat saya persiapakan lahan di hardisk saya dengan mempartisinya dengan sistem file Linux (ext3 dan swap). untuk pilihan distro saya jatuh ke Ubuntu, awalnya sih tidak begitu tertarik karena tampilannya yang sederhana, tapi karena banyak pertimbangan lain (nanti saya ceritakan di posting selanjutnya) akhirnya saya pilih Ubuntu.

Ketika pertama menginstall saya melakukan kesalahan yang cukup fatal dan beresiko (kehilangan data), kesalahan itu adalah ketika pemilihan partisi yang akan di isi Linux, sebelumnya memang saya sudah siapkan, tapi karena ketidak tahuan saya, saya malah memilih “automatic” ketika disodorkan pertanyaan dalam memilih partisi, nah karena “cerdasnya” si installer Ubuntu ini,  akhirnya dia milih sendiri partisinya, dan partisi dokumen saya jadi korban, dia pecah partisi itu dan buat sendiri partisi baru untuk Linux, sedangkan partisi yang saya buat tidak diliriknya, alhasil hardisk saya berantakan, partisi yang sudah disiapkan tidak dipakai malah dia memilih membuat lagi partisi baru (dan swap-nya tentunya). duh… sempet stress waktu itu, tapi modal nekat dan rasa penasaran yang tinggi, saya format ulang partisi tadi, saya merge kembali dengan partisi sebelumnya (dokumen), kemudian berbekal ilmu dari paman gugel saya install ulang dan saya pilih manual pada saat memilih partisi, kali ini isntalasi berjalan sukses sesuai harapan. senangnya… :D

setelah beres instalasi tentunya hal selanjutnya yang dilakukan adalah eksplorasi, butuh waktu 2 hari untuk saya agar membuat Ubuntu ini pas dihati. bukan apa2, bermacam2 kendala saya lalui, terutama kendala yang paling terasa adalah masalah display driver, kadang karena salah setting membuat ubuntu saya tidak bisa masuk dan hanya ada layar blank berwarna hitam, akibatnya saya harus memformat kembali dan menginstall ulang dari awal, untungnya instalasi Ubuntu sangat-sangat mudah, bahkan lebih mudah dari windows, dan yang pasti lebih cepat, hanya butuh waktu 30 menit dari nol sampai dia bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari. sangat mudah dan cepat.

Dekstop Ubuntu di PC saya (klik untuk memperbesar)

Dekstop Ubuntu di PC saya (klik untuk memperbesar)

Sampai tulisan ini dibuat saya masih betah menggunakan ubuntu, setelah di otak atik tampilannya akhirnya saya menemukan tampilan yang cocok dan nyaman buat saya, itu yang penting, agar saya betah memakainya. karena jujur saja saya kurang begitu suka dengan tampilan default ubuntu yang serba coklat itu. nggak modern, kuno, dll lah… oh iya untuk masalah tampilan, dengan bantuan program Compiz-fusion, tampilan ubuntu tidak kalah cantik dari windows vista, bahkan menurut saya lebih bagus dari vista. dengan desktop 3D yang bisa diputar2, efek2 cahaya, air, api maupun efek windows yang lentur mirip jelly membuat kita betah memakainya (baca: memainkannya :D ), tapi sayang ada satu kendala lagi di komputer saya, dengan mengaktifkan compiz ini, terasa sangat berat di PC saya, katanya sih driver VGA saya tidak cocok, hal ini cukup menganggu kenyamanan saya dalam ber-ubuntu *halah.. istilah apa itu?*, tapi anehnya yang terasa berat pada saat scrolling aja, misal pada saat browsing atau membuka OpenOffice.org. oleh karena itu saya memilih menonaktifkan Compiz, tapi segitu pun masih membuat saya nyaman kok, selain tampilannya lebih cantik dari XP juga rasanya lebih kenceng.

Tampilan Desktop 3D Cube

Tampilan Desktop 3D Cube

Tampilan Shift Switcher

Tampilan Shift Switcher

Singkat cerita, saya sudah mulai bermigrasi ke software yang lebih legal, handal dan nyaman. dengan mencoba ubuntu ini, anggapan negatif saya sebelumnya terhadap Linux menjadi terpatahkan, Linux itu susah? nggak juga tergantung mau ngoprek apanya? kalau cuma untuk kebutuhan sehari2 sudah cukup nyaman, hanya belum terbiasa saja. jadi bagi yang belum pernah mencoba, tidak ada salahnya mencoba dulu, tidak usah takut, kalau takut salah, coba aja versi Live CD dulu, kalau ingin rada serius tapi takut kehilangan data atau merusak partisi? bisa coba menginstall menggunakan Wubi. dengan Wubi, Ubuntu bisa di install dari windows layaknya sebuah aplikasi. jadi tidak ada alasan untuk tidak mencoba, jika belum sekaranglah saatnya, ayo kita dukung gerakan penggunaan software legal dan bebas, dimulai dari diri kita sendiri, sekarang.

Written by Hielmy

15 November 2008 at 5:12 pm