Pernah suatu hari, ketika pagi2 saya mau manasin motor saya ditegur karena langsung menyalakan motor dengan electric starter, bukan diselah dengan engkol. Katanya itu bisa merusak mesin karena si oli belum bersirkulasi dalam mesin tapi langsung dinyalakan.

Memang sih ada “mitos” seperti itu, jadi kalau pagi2 mau manasin mesin, sebelum dinyalakan harus diselah dulu engkolnya beberapa kali agar oli muter dalam mesin, baru deh dinyalain. Memang logis dan ada benarnya juga, tp kenapa saya sebut mitos? Ya karena tidak wajib juga sih, kalo memang wajib, apa kabar mesin mobil yg ga ada engkolnya? Pastinya kalau mau manasin ya langsung starter, atau motor2 tanpa engkol kayak Pulsar atau moge. Si pabrik juga pasti sudah memperhitungkan lah resikonya, kalau emg sama sekali wajib engkol dulu, dijamin si mesin tanpa engkol pasti cepet rusak, tp buktinya ngga tuh.

Kalau buat saya sih yang penting ketika dipanaskan, mesin dalam kondisi idle/langsam, jangan langsung digeber2, kalau mesin dingin langsung digeber, insya Allah cepet rontok tu mesin :p

Dikirim dari perangkat Android

Buat sebagian orang follower di twitter penting banget, apalagi buat para ABG yg berlomba2 mengumpulkan follower sebanyak2nya, entah buat apa, kebanggan mungkin. Tapi kadang orang yang ngumpulin follower gitu kebanyakan malah jadi spamming, minta follow back kesana kemari, mengadakan “perjanjian follow back” dan semacemnya, tapi isi tweetnya sama sekali gak menarik selain terus menerus mengulang permintaan follow tersebut, what’s the point?!

Buat saya sendiri terus terang jumlah follower ngga begitu ngaruh sih. mau sebanyak atau sesedikit apapun tidak membuat saya bangga atau minder. tapi memang kadang ada merasa senang atau bangga kalau difollow orang/account tertentu, terutama dari kalangan public figure, dan tidak jarang jg ngerasa ‘gondok’ kalau diunfollow seseorang terutama orang yg kita kenal. bukan masalah berkurangnya jumlah follower tapi lebih ke ‘kekhawatiran’ akan relationship dengan orang tersebut, ya namanya teman tiba2 unfollow pasti ada sesuatu, apakah saya ngomongnya bikin nggak enak beliau, ataukah saya terlalu bawel atau semacemnya, yang pasti ada yg ‘salah’ dgn tweet saya sehingga sampai diunfollow orang tersebut.

Tapi tidak jarang saya juga malah lebih senang diunfollow, misalnya oleh sodara, orang tua, bos atau orang yang kita segani. bukan apa2 sih, kadang kita justru malah kurang bebas, harus jaim (jaga image) kalau difollow orang2 tersebut, mau marah2 ngga enak, mau ngetweet yg rada ngawur canggung, apalagi kalau mau ngomongin orang yang dimaksud, wah bisa bahaya…. makanya kalau suatu waktu saya diunfollow dosen misalkan, wah malah seneng sekali, merasa kebebasan saya kembali, hehe….

Ngomong2, dari sedikit observasi saya, ada beberapa tipe unfollower yang meng-unfollow saya, diantaranya:

  1. Unfollow karena tidak mengerti apa yang saya bicarakan. mungkin ini tipe unfollower terbanyak, terutama dari para follower dari luar negri (barat). tentu saja sebagian besar dari mereka banyak yang tidak megerti bahasa Indonesia yang saya gunakan, lama-kelamaan mungkin mereka merasa percuma following saya, akhirnya saya diunfollow. kalau diunfollow sama orang2 seperti ini saya terus terang merasa lega, kasian juga soalnya timeline mereka penuh dengan tweet saya yang notabene tidak mereka mengerti.
  2. Unfollow karena saya bawel. yak… harus saya akui di twitter saya ini sangat bawel, dikit2 ngetweet, dikit2 ngetweet. jadi walaupun mereka ini mengerti apa yg saya bicarakan (terutama dari faktor bahasa), tapi mereka merasa kurang nyaman dengan ke-bawel-an saya, akhirnya saya diunfollow deh. Unfollower seperti ini bisa saya maklumi dan saya tidak merasa sakit hati, silakan saja toh itu hak mereka.
  3. Unfollow karena merasa tidak berkenan dengan tweet saya. biasanya unfollower tipe ini adalah orang yang merasa tidak nyaman secara langsung dari tweet saya, misal merasa ‘tersindir’ oleh tweet saya, sakit hati dan semacamnya. Yah saya sendiri harus mengakui saya tidak selalu benar, terkadang sering khilaf baik disengaja maupun tidak. kalau diunfollow seperti ini ya ini konsekuensinya, atas segala kekurangannya saya memohon maaf.

Sepertinya masih ada beberapa tipe unfollower lainnya tapi yang terpikir sekarang sih baru segitu, insya Allah kalau saya ingat nanti saya update lagi. apapun yg terjadi saya akan tetap ngetweet sampai saya bosan.

Happy tweeting….

Kata orang, gak gaul kalau nggak pakai BlackBerry (BB), logikanya karena saya ngga pakai BB berarti saya nggak gaul?! iya juga sih, saya sendiri mengakui kalau diri saya memang nggak ‘gaul’, tapi bukan karena nggak punya BB, tapi karena sifat bawaan saya saja yg introvert, saya sama sekali nggak minder karena nggak pakai BB.

Entah dari mana asalnya sih ada stereotype kalau pake BB itu gaul, kalo ngga berarti gak gaul, padahal awalnya ka BB justru dipasarkan buat kalangan korporat yg jelas2 bukan ajang gaul tapi untuk penunjang pekerjaan. Oh.. mungkin fasilitas BlackBerry Messengernya yg bikin gaul, ah entahlah…

Saya sendiri tidak terlalu antusias dengan BB ini, begitupun dengan produk2 barunya seperti BB Torch atau Onyx 2, rasanya sama saja, begitu2 saja, merk lain juga banyak yg lebih bagus, menang di gengsi saja sepertinya “eh gw pake BB baru nih” mungkin itu aja. selain dari fitur standar BB (BBM, jaringan BIS, dll) rasanya tidak ada yg istimewa dari BB Torch, terus kenapa orang2 pada heboh banget yah?! heran…

Eh tapi saya juga bukan pembenci BB juga, kalau ada yang ngasih sih mau2 aja, hehe.. tp nggak sampai niat nabung buat beli BB, kalau nabung saya mending beli Android Phone aja deh.

Ada juga sih orang yang bener2 benci sama BB (atau mungkn sirik aja karena gak punya?) sampai2 tiap liat yang pakai BB itu kayak jijik, norak ato semacemnya. buat saya sih biasa saja, mau pakai BB jg asal digunakan sebagaimana mestinya ya sah2 aja, toh dia yang punya, dia yang beli. jadi ya santei2 sajah lah….

jadi kesimpulannya, saya nggak antusias dengan BB, tapi bukan hater juga. cuma not that impressed lah intinya, nggak seperti orang2 yg memandang begitu “wah” sama BlackBerry, seolah ngga ada yg lebih canggih lagi. oh satu lagi… salahsatu alasan saya nggak begitu suka dengan BB itu adalah interface-nya, kalau boleh dbilang sih “butut”, apalagi jiga dibanding Android atau iOS punya iPhone, rasanya jauuuuh banget, IMO sih. hehe…

Di Indonesia, karena peminat musik country masih sangat jarang (setidaknya dibandingkan dengan genre lain) jadi komunitasnya pun masih terbatas, karena komunitas yg terbatas (baca: sedikit) itu pula jadi jarang sekali media di Indonesia ini yang menayangkan/membahas perihal musik country ini, termasuk radio2 dan televisi.

Dari sekian media yang saya tahu, hanya TVRI yang (dulu) menayangkan acara country (entahlah sekarang), dan radio Mara FM Bandung yang punya acara khusus country music. nah karena keterbatasan itulah saya biasanya lebih suka mendengarkan radio country via internet, di luar cukup banyak radio streaming yang ber-genre musik2 country tapi ada beberapa yang jadi favorit saya, berikut diantaranya:

  • Absolutely Country Hits, radio ini berada dibawah payung 1.fm yang memiliki puluhan statsiun radio dengan berbagai macam genre yang berbeda.  Radio ini biasanya memutarkan lagu2 country kontenporer (masa kini) yang cenderung modern. jika anda penggemar Taylor Swift, Keith Urban, Lady Antebellum, Jason Aldean, dll disinilah tempat yang tepat untuk mendengarkan musik2 country modern seperti yang dibawakan artis2 tersebut.
  • Classic Country, radio ini masih satu atap dengan radio diatas yaitu dibawah 1.fm, bedanya radio ini lebih cenderung memutarkan musik2 country klasik (old school), jika anda ingin mendengarkan lagu2 dari Hanks Williams, Randy Travis, Connie Francis, Patsy Cline, dll. disinilah tempat yg tepat untuk mendengarkannya. saya sendiri cukup sering pantengin radio ini kalau lagi kangen dengan musik country jadul.
  • Nixa Country, berbeda dengan dua radio sebelumnya, Nixa Country tidak berada dibawah naungan 1.fm akan tetapi merupakan radio independen. yang khas dari radio ini adalah musik2 yang diputar biasanya milik artis2 indie country, bagi sebagian dari anda pasti nama2 artis yang diputar disini akan terdengar asing, itu wajar karena memang musisi2 independen ini namanya tidak sebesar artis2 mainstream, tapi untuk urusan kualitas jangan dipandag sebelah mata, tidak kalah bagus dari artis2 besar.

Sebenarnya masih banyak radio2 online yang beredar di luaran sana, tapi yang saya bagikan disini hanyalah beberapa radio yang menjadi langganan saya, jika masih penasaran coba mampir saja ke 1.fm untuk menjelajahi berbagai macam radio lainnya atau ke shoutcast directory dari winamp.

Selamat mendengarkan….

Oke, tulisan ini membuka topik baru diblog ini, yaitu tentang musik country. Sebenarnya saya mulai suka musik country ini udah cukup lama, secara intens mungkin sudah setahun lebih, tapi baru sekarang saya curahkan di blog ini, sebelumnya saya sudah pernah menulis beberapa post tentang country di blog sebelah (yang sayangnya sudah punah berbarengan dengan habisnya masa hosting).

Oke, kita cerita dari awal… seperti yang sudah diceritakan tadi, saya memag mulai intens menggemari dan mendengarkan musik country ini setahun lalu, tp kalau dihitung menyukai beberapa lagu country mungkin sudah lama, sejak saya SMP atau SMA, tapi saat itu biasanya saya tidak sadar kalau lagu2 tersebut adalah lagu country.

Waktu kecil, sekitar tahun 1994-an bahkan saya sudah menggemari lagu “I Still Believe In You” punya Vince Gill dan baru sadar itu adalah lagu country ya sekarang2 ini, kemudian lagu2 dari Faith Hill, LeAnn Rimes dan Shania Twain jg menjadi kegemaran saya di akhir 90an dan awal  2000an yang ternyata adalah lagu2 country.

Saya mempelajari musik country ini secara otodidak, tidak begitu banyak sharing dengan orang lain sesama penggemar country atau musisi country, kebanyakan pengetahuan yang saya dapat sekarang hasil “ngulik” sendiri, cari tahu sendiri dari internet. memang terkadang ada sesekali saya berdiskusi dengan beberapa orang yg lumayan rada ngerti dan suka country jg, tp tidak begitu sering.

Nah, karena otodidaknya itu kebanyakan saya “Baru tau”-nya sekarang2, baru tau kalau lagu ini ternyata yang nyanyinya si itu, ternyata lagu itu judulnya anu, dll. jika dibanding dengan para ‘sesepuh’ musik country saya tentu tidak ada apa2nya, saya hanya newbie yang belum lama mengenal genre musik ini.

Terus terang, saya lebih menyukai jenis musik country klasik atau beberapa orang menyebutnya (old school country). menurut saya jenis musik ini bener2 kerasa country-nya dibanding dengan genre2 country baru yang sedang booming saat ini seperti alt. country atau new country dengan nama2 artisnya yang tidak asing seperti Taylor Swift, Carrie Underwood atau Rascal Flatts. musik country klasik ini memang bagi sebagian besar orang terdengar membosankan, kuno, dst. tapi namanya selera ya tetap saja buat saya masih terdengar cukup enak :)

Selain Old School Country, saya juga menyukai beberapa sub-genre yang merupakan turunan atau berkaitan dengan country seperti bluegrass, amerikana dan folk music.

Hmm… sekian dulu deh cerita2 tentang musik country-nya, lain kali saya sambung lagi, entah kenapa tiba2 kepala ini buntuk untu bercerita :)

 

sampai jumpa.

Mungkin ini post ke sekian dengan judul “ngeblog lagi”, saya selalu pakai judul itu setelah sekian lama nggak ngeblok terus balik ngeblog, yang artinya saya udah beberapa kali ngeblog-berhenti-ngeblog-berhenti, hehe..

Setelah sekian bulan saya tidak ngeblog (full blog) rasanya kangen juga, terakhir saya ngeblog di blog sebelah (domain/hosting sendiri), awal2nya sih memang semangat, tapi dipikir2 rada repot juga kalau mengurus domain dan hosting sendiri itu, jadi lama2 rasa semangat itu memudar, dan akhirnya blog tersebut saya telantarkan, ujung2nya balik lagi ke blog ini.. :D

Rasa kangen ini muncul kembali gara2 banyak juga buah pikiran saya, baik topik2 penting maupun hal2 ringan yang tidak tertuangkan, padahal dulu hampir apa saja bisa saya jadikan blogpost, singkatnya lama ngga ngeblog jadi berasa ‘bego’.

Selama ini unek2 di otak cuma dituangkan ke twitter, tapi twitter itu seperti bercuap2 di sebuah keramaian, hanya beberapa orang yang menyimak dan berlalu begitu saja, terlupakan. dengan menulis di blog setidaknya topik yang diangkat bisa lebih ‘awet’ dibanding twitter yang beberapa saat kemudian hilang ditelan timeline.

Untuk saat ini sih belum kepikiran mau nulis apa, tapi Insya Allah kedepannya deh kalau ada yang perlu saya tulis akan saya tulis disini. semoga masih ada yang membaca, hehe… kalopun ngga ada ngga apa2 sih, lagian saya bukan tipe orang pengejar traffic atau cari perhatian orang. :)

Yuk ah, sampai jumpa nanti…

“hah? Bikin blog lagi? gak salah? yang ini aja jarang update!”

ngga salah sih, memang benar, saya bikin blog baru lagi disini. “loh, terus tujuannya apa?” tujuannya untuk membedakan saja dengan blog di wordpress ini. sebenarnya saya ini pengen banget sering2 ngeblog, tapi kadang suka ragu, takut isinya nggak penting, gak manfaat, walaupun yang namanya blog ya bebas aja mau diisi apapun sesuai keinginan pemiliknya tapi saya liat2 kok blog ini isinya “agak2 serius” jadi rada2 timpang kalau tiba2 saya isi posting2 “nyampah” padahal akhir2 ini saya lagi sering pengen nulis posting2 sampah, melepaskan unek2, curhat, dll. nah maka dari itu saya pikir mending bikin blog lagi deh, jangan disatukan dengan yang ini, biarlah blog ini punya “karakter” sendiri :)

Cerita awalnya sih beberapa minggu lalu saya membeli kembali domain hielmy.web.id dari mas PANDI, dulu sempat saya punya tapi karena lupa diperpanjang akhirnya kadaluarsa, kemarin saya beli lagi 2 tahun sekaligus, biar ngga lupa :) niatnya domain itu tidak akan saya isi macem2, baik blog ataupun website apapun, saya rencanya hanya ingin mengisi dengan halaman profil, info kontak dan jejaring sosial, desainnya pun malah saya rencanakan putih polos saja (karena saya suka desain minimalis), tapi lama2 malah keasikan main CSS otak atik dikit eh malah jadi sedikit “rame”, tapi tidak apa2 lah, yang penting tujuan awalnya tercapai yaitu membuat halaman profil sederhana, saking sederhananya web tersebut hanya terdiri dari satu halaman saja.

Saya sempet perlihatkan web itu ke seorang teman, dia malah berkomentar “wah cuma gitu aja? yakin ga akan diisi yang lain?” waktu itu saya jawab “tidak”, tapi setelah dipikir2 sayang juga sih domain itu kalo cuma diisi profil satu halaman, dan karena sempat terpikir untuk membuat blog juga, akhirnya saya bikin lah satu sub domain untuk dijadikan blog “nyampah” saya itu. kalau ditanya mana blog utama saya? mungkin blog di WordPress ini lah yang jadi blog utama saya, karena blog disana isinya akan kebanyakan tidak penting, jadi saya anggap sebagai side blog saja, tapi biarpun begitu tampaknya untuk urusan update blog disana akan lebih sering update, bisa seminggu 2x atau bahkan tiap hari, kalau blog ini yah seperti sebelumnya hanya 1-2 bulan sekali saja, hehe…

Kata orang sekarang sudah tidak musim lagi ngeblog, sekarang musimnya microblog seperti twitterplurkkoprol, dll. ya ya… saya tahu memang blog tidak se-hype dulu, tapi saya masih ada semangat ngeblog kok, biarpun dikata ketinggalan jaman juga tidak apa2, toh saya juga tetap “gaul” di twitter (tweet saya cukup banyak loh…) dan saya bergabung disana sudah cukup lama, sekitar 2 tahun yang lalu, jauh sebelum orang2 yang merasa paling ‘gaul’ karena sudah punya account twitter itu gabung disana. memang motivasi saya dulu gabung disana juga dulu bukan supaya dianggap gaul, malah dulu masih jarang yang tau twitter, dulu saya gabung hanya modal coba2 saja, siapa sangka sekarang jadi ramai begitu yah?! :)

Selain kedua blog ini saya juga masih punya satu “mini blog”, atau mungkin bisa juga disebut “multimedia blog” yang disediakan oleh posterous yang beralamat disini. di blog ini isinya pendek2, bahkan kebanyakan hanya berisi foto, video ataupun audio saja dengan tulisan yang sangat sedikit, itulah sebabnya saya sebut mini blog atau multimedia blog. saya membuat beberapa blog tersebut karena memang terkadang kebutuhan akan “posting” saya berbeda2 dan dari ketiga blog tersebut mempunyai karakter masing2 untuk mengakomodir ‘hasrat ngeblog’ saya. oke, bagi anda yang tertarik dengan posting “sampah” saya silakan berkunjung ke blog sebelah, atau kalau mau lebih ekstrim lagi silakan berlangganan via RSS, hehe… saya sudah peringatkan kalau posting disana isinya lebih personal dan tidak penting, jadi mohon maaf kalau kurang berkenan. akhir kata, happy blogging!!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.